JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Pulang Studi Banding dari Jawa, Satu Anggota DPRD dan 2 Pegawai Setwan Maluku Positif Terpapar Covid-19. Kantor DPRD Langsung Ditutup

Foto/Teras.id
Foto/Teras.id

AMBON, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aktivitas di Kantor DPRD Provinsi Maluku bisa ditutup sementara bila hasil pemeriksaan atas seluruh anggota legislator maupun aparat sipil negara (ASN) di lingkup Sekretariat DPRD terdapat lebih dari lima positif terpapar COVID-19.

“Memang benar ada satu anggota DPRD Maluku saat ini terpapar virus corona setelah dilakukan tes usap (swab) dan ada dua ASN lainnya juga yang lebih dahulu telah menjalani karantina,” kata Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimur, Senin (3/8/2020).

Lucky mengatakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Maluku sementara melakukan pelacakan (tracking) terhadap ketiganya.

Baca Juga :  Kasus Positif COVID-19 di Sukoharjo Kini Bertambah 11 Menjadi 589, Pasien Meninggal Tidak Bertambah

Jika ternyata ada penambahan jumlah positif COVID-19 baik anggota DPRD maupun ASN lingkup Sekretariat DPRD, maka dipastikan aktivitas perkantoran akan dihentikan atau kantor akan ditutup sementara waktu.

“Nanti dilihat hasil tracking yang sementara dilakukan, dan bila ada penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19, maka saya pastikan kantor DPRD Provinsi Maluku akan ditutup sementara dari seluruh aktivitas,” katanya.

Lucky juga mengakui ada sedikit rasa kekhawatiran, Kantor DPRD provinsi akan menjadi kluster baru penyebaran pandemi COVID-19.

Baca Juga :  Indonesia Dinilai Tak Aman karena Pandemi Covid-19, Timnas U-16 Pilih Jalani Pemusatan Latihan di Luar Negeri

Satu anggota legislatif bersama dua ASN di lingkup Sekretariat DPRD Provinsi Maluku ini diduga kuat terkena virus corona setelah melakukan perjalanan dinas ke Pulau Jawa.

Karena beberapa waktu lalu, anggota legislatif yang terlibat dalam dua tim pansus DPRD melakukan studi banding keluar daerah untuk menyelesaikan dua rancangan peraturan daerah.

Yakni Perda tentang pembentukan BUMD untuk pengelolaan PI 10 persen Blok Migas Masela dan penyertaan modal ke BUMD tersebut.

www.teras.id