JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Remaja 15 Tahun Jadi Korban Pelecehan Seksual oleh Waria, Hanphone Dirampas

Ilustrasi
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

PALEMBANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang remaja berusia 15 tahun berinisial RA di Palembang menjadi korban pelecehan seksual oleh iga orang waria (transpuan) di sekitar rumahnya kawasan Pasar 26 Ilir, Palembang.

“Mereka seperti keroyokan, ada tiga pelakunya. Satu memegangi tangan kanan saya, satunya lagi tangan kiri saya. Dan satu pelaku lagi langsung menurunkan celana saya,” ujar RA saat ditemui dikediamannya, Sabtu (1/8/2020).

Tak cukup sampai di situ, setelah melakukan aksi bejatnya, ketiga pelaku juga langsung merampas telepon genggam milik korban.

RA yang masih begitu muda, hanya bisa menangis sejadi-jadinya saat kejadian itu.

“Saya ditinggalkan begitu saja. Saya sempat teriak supaya handphone jangan dibawa kabur, soalnya itu punya ibu saya dan adik juga sekarang sekolah online pakai (handphone) itu.”

“Tapi mereka malah bentak saya dan bilang kalau kamu mau handphone ini, panggil orang tua kamu kesini,” cerita RA dengan wajah yang terlihat begitu lesu.

Baca Juga :  Kumpulan Ucapan Idul Adha 2020 Bahasa Inggris dan Indonesia, Pas Untuk Status Medsos dan Dikirim via WA

Diketahui, peristiwa itu terjadi di sebuah lorong yang berada persis di samping SPBU jalan merdeka kota Palembang, Jumat (31/7/2020) sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat itu RA berjalan kaki seorang diri setelah mengantar pulang sang pacar yang rumahnya berada tak jauh dari gedung SMP N 1 Jalan Pangeran Ario Kesuma Kecamatan Kemuning Palembang.

Dikarenakan hari sudah malam dan suasana sepi, pemuda itu memilih jalan pintas untuk tembus di jalan merdeka.

“Saya sendirian, suasana juga sepi,” ujar remaja putus sekolah ini.

Saat hampir keluar lorong yang berada di jalan merdeka tersebut, tiba-tiba dari arah belakang korban dikejutkan dengan tangan seseorang yang langsung memiting lehernya.

Baca Juga :  Mafindo: Video Anji dan Prof Hadi Pranoto Membahayakan Masyarakat. Hoaks dan Isu Konspirasi Covid-19 Ganggu Penanganan Wabah

Tubuh korban juga didorong dan disandarkan pada tembok lorong tersebut.

Ketiga pelaku tersebut kemudian langsung melakukan aksi bejatnya terhadap korban.

“Sekitar 30 menit kemudian mereka baru melepaskan saya. Tapi sebelumnya mereka sudah merampas handphone saya,” ujarnya.

Saat kabur ketiga pelaku langsung lari dan berpencar.

Dua orang berlari ke arah gedung SMP N 1 dan satu pelaku lagi langsung melambaikan tangan ke arah pengemudi sepeda motor jenis Scoopy yang diduga RA sudah menunggu dari kejauhan.

“Motor itu nunggu diseberang jalan dan langsung dipanggil sama banci yang satunya,” ujar dia.

RA mengaku masih mengingat benar wajah dari ketiga pelaku.

Sebab menurutnya, ketiga pelaku sering lewat atau mangkal disekitaran rumahnya yang dikatakan RA cukup banyak waria saat malam hari.

www.tribunnews.com