JOGLOSEMARNEWS.COM Wisata Kuliner

Sajian Nikmat Bebakaran Ala Jepang Mix Indonesia di KAKKOII Japanese BBQ & Shabu Shabu

Restoram KAKKOII Japanese BBQ & Shabu Shabu mewarnai surga kuliner di Kota Solo. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Restoram KAKKOII Japanese BBQ & Shabu Shabu mewarnai surga kuliner di Kota Solo. Mengangkat menu bebakaran ala Jepang mix Indonesia, restoran yang terletak di Jalan Adi Sucipto Solo ini bisa dijadikan salah satu referensi pecinta makan.

Pasalnya, dengan konsep all u can eat, KAKKOII Japanese BBQ & Shabu Shabu menghadirkan harga terjangkau dengan pilihan menu sangat beragam. Menurut Owner KAKKOII Japanese BBQ & Shabu Shabu Solo, Jessica Lorenza, selama pandemi covid-19, kunjungan di KAKKOII Japanese BBQ & Shabu Shabu mengalami penurunan sekitar 50 persen dari waktu normal sebelumnya. Namun penurunan tersebut dikarenakan restorannya tersebut mengurangi kapasitas pembeli dari maksimal 150 orang menjadi maksimal 80 orang.

Hal itu dilakukan demi menerapkan protokol kesehatan di KAKKOII Japanese BBQ & Shabu Shabu Solo. Setiap pengunjung yang masuk juga diwajibkan untuk menjaga jarak, memakai masker dan diperiksa suhu tubuh sebelum masuk restoran.

“Kami menawarkan all you can eat temanya Jepang, tapi di-mix dengan Indonesian food. Aneka jajanan pasar ada, masakan Indonesia seperti sate dan bakso juga ada. Jadi ini menyasar semua segmen, semua bisa makan,” urainya, Rabu (19/8/2020).

Dengan tarif Rp 105 ribu per orang untuk semua jenis makanan alias all you can eat, pihak restoran memberikan waktu 90 menit untuk menghabiskannya. Waktu yang dinilai cukup panjang untuk menikmati seluruh hidangan yang diinginkan.

“Namun kita juga menerapkan denda kalau sampai tidak habis. Rp 30 ribu per 100 gram makanan yang sisa. Ini memberikan tekanan kepada pengunjung agar tidak menyisakan makanan,” tandas Jessica.

Dengan konsep berbeda tersebut, KAKKOII Japanese BBQ & Shabu Shabu Solo gencar melakukan edukasi cara makan makanan Jepang tersebut. Edukasi dilakukan lebih banyak melalui media sosial.

“Tantangannya lebih ke masyarakat yang banyak menanyakan cara makannya. Jadi kita sering edukasi itu saja lewat medsos,” tukas Jessica. Prihatsari