JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Salut, Ratusan Warga Tua Muda Perumnas Palur Karanganyar Antusias Gelar Upacara HUT RI di Jalan Kompleks. Rela Urunan Demi Meriahkan HUT RI

Upacara HUT RI di Perumnas Palur, Ngringo, Jaten. Foto/Beni Indra
Upacara HUT RI di Perumnas Palur, Ngringo, Jaten. Foto/Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sekitar 100 orang warga perumnas Palur Rt01/15 Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar antusias mengikuti upacara bendera peringati HUT RI Ke-75 dengan menampilkan nilai-nilai unik.

Agenda upacara itu digelar dengan tajuk “Perumnas Palur Merdeka”. Seluruh warga tanpa terkecuali diperintahkan oleh panitia wajib hadir mengikuti acara upacara bendera peringati HUT-RI ke 75 di jalan utama komplek perumahan tersebut.

Dan bukan hanya itu saja, uniknya seluruh warga wajib menggunakan pakaian bernuansa merah putih.

Jika melanggar maka warga dipaksa untuk menyewa atau meminjam ke tempat orang lain agar tetap bisa menggunakan motif warna merah putih.

Ketua RT 01/15 Perumahan Ngringo, Jaten, Sukaryono mengatakan panitia sudah menyediakan Pin gratis serta dari panitia sebagai simbol seragam.

Namun untuk seragam atas bawah dibebaskan tetapi harus bermotif merah putih bebas.

Baca Juga :  Dianggarkan Sejak 2019, Pembangunan Masjid Agung Karanganyar Belum Juga Dimulai. Proyek Halaman Satreskrim Senilai Rp 400 Juta Harus Ditender Ulang, Ada Apa Gerangan?

“Ini adalah potret nasionalisme nyata warga Desa Ngringo bahwa warga juga lakukan upacara bendera serta gelar lomba bebas ekspresi unik,” ujarnya.

Menurut Sukaryono dengan tekad semangat nasionalis warga bisa menggelar upacara peringatan HUT RI ke75 secara mandiri baik biaya fasilitas, konsumsi dan lain-lain.

Semua dilakukan demi rasa bersyukur serta mengisi kemerdekaan.

“Maaf yang bisa upacara dengan semarak tidak harus kantor pemerintah atau instansi besar tapi warga desa pun bisa menggelar upacara dengan meriah dan mandiri,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Panitia Acara Perumnas Palur Merdeka, Olivia Tungga Dewi mengatakan meski jumlah peserta 98 alias hampir 100 orang serta acara padat interaktif.

Namun panitia tetap ketat terapkan protokol kesehatan termasuk jaga jarak. Panitia juga sediakan tempat cuci beserta sabun serta hand sanitazer dan setiap warga wajib mencuci tangan.

Baca Juga :  Siap-Siap, Mulai Bulan Depan, Tak Pakai Masker di Karanganyar Bakal Didenda Rp 20.000. Simak Ketentuan Lainnya!

“Kami salut dengan kesadaran warga tentang pentingnya cuci tangan guna mencegah wabah Covid 19,” ujarnya.

Olivia menjelaskan ada pesan penting dari acara Perumnas Palur Merdeka yakni rasa nasionalisme yang tercermin dari kegiatan upacara bendera sangat khidmat walau warga tidak terbiasa upacara.

“Walau tidak setegas TNI POLRI atau Paskibraka tetapi kesungguhan warga dalam upacara merupakan wujud nyata nasionalisme mereka,” tuturnya.

Sementara di samping upacara juga digelar acaara perlombaan hingga membuat warga merasa bebas lepas gembira lazimnya merayakan ulang tahun.

Perlombaan itu diantaranya adalah game interaktif untuk kelas anak-anak, remaja, ibu-ibu hingga bapak-bapak.

Juga digelar game sticky note, tik tok, lomba pakai dasi, lomba masukan pensil dalam botol tetapi berjarak pakai tali.

“Intinya perayaan HUT RI ini benar-benar membuat warga merdeka,” tambahnya. Beni Indra