JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Sempat Landai, Hari ini Warga Solo Positif Corona Bertambah 7, Total Jadi 297 Kasus

Ilustrasi virus corona. Pixabay

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Jumlah akumulatif pasien positif covid-19 Solo masih menunjukkan pertambahan. Namun demikian penambahan tidak seekstrim beberapa waktu sebelumnya.

Seperti diketahui, tiga hari terakhir penambahan pasien positif covid-19 Solo hanya berkisar di angka satu hingga dua. Namun Jumat (7/8/2020), jumlah pasien positif covid-19 bertambah tujuh orang dari hari sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih mengungkapkan, penambahan tujub pasien positif tersebut mayoritas merupakan hasil tracing pasien positif sebelumnya.

“Tiga orang merupakan hasil tracing dari kasus positif sebelumnya. Satu orang dari Kelurahan Baluwarti dan dua orang dari Kecamatan Mojosongo. Lalu dua orang lainnya merupakan suspect naik kelas dan yang dua lainnya diketahui positif dari hasil swab mandiri,” paparnya.

Baca Juga :  Gaet Pemilih Milenial, Gibran Rakabuming-Teguh Prakosa Bakal Gelar Konser Virtual

Sementara itu terkait tiga pasien hasil tracing, lanjut Ning, merupakan kontak dekat dari tiga kasus yang berbeda dan bukan dari satu pasien yang sama, sehingga saling tidak berhubungan.

“Yang dari Mojosongo ada yang berusia 15 tahun. Tapi ini yang menjadi perhatian kami lebih ke pasien yang naik kelas dari suspek. Sebab keduanya masuk usia risiko tinggi. Masing-masing umur 72 tahun asal Kelurahan Sondakan, Laweyan dan satunya dari Purwosari, Laweyan itu 54 tahun,” imbuhnya.

Baca Juga :  Laju Pertambahan Kasus Covid-19 di Solo Belum Tunjukkan Tanda Berhenti, Total 564 Kasus

Di sisi lain, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani menambahkan, per Jumat (7/8/2020), jumlah kumulatif kasus Covid-19 sebanyak 297 orang. Dimana sebanyak 12 orang menjalani rawat inap, 27 karantina mandiri dan sebanyak 248 orang tercatat sembuh dan 10 orang meninggal dunia.

“Yang meninggal dunia kemarin nambah lagi satu, juga awalnya suspek yang usianya masuk risti dan punya penyakit penyerta. Makanya ini, yang suspek naik kelas ini yang menjadi perhatian karena risti,” tukasnya. Prihatsari