JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Kabupaten Semarang dalam Kondisi Membusuk

Ilustrasi mayat. Pixabay

UNGARAN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Penemuan mayat di hutan kawasan  Dusun Glompong Desa Tempuran Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, pada Jumat (7/8/2020) masih menjadi misteri.

Saat ditemukan, kondisi mayat sudah membusuk dengan mengenakan masker. Data dihimpun, peristiwa penemuan mayat ini menggemparkan masyarakat sekitar.

Hasil identifikasi berjenis laki-laki, kondisinya sudah membusuk dengan emakai jaket warna hijau muda dan mengenakan masker warna hitam.

Namun, tidak ditemukan identitas apapun di sekitar mayat korban. Kasubbag Humas Polres Semarang Iptu Aziz Ma’arif  saat dikonfirmasi membenarkan penemuan mayat tersebut.

Kini, jajaran Polres Semarang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait identitas dan penyebab kematian korban.

“Petugas langsung mengevakuasi jasad serta melakukan olah TKP di lokasi penemuan. Informasi selanjutnya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” kata dia.

Baca Juga :  Gubernur Jateng Minta Penderita Diabetes dam Hipertensi Tetap di Rumah Saja

Terpisah, Kepala Desa Tempuran Slamet Widodo, mengungkapkan, penemuan mayat korban pertama kali diketahui salah seorang warga Glompong sekitar pukul 06.00  WIB saat hendak pergi berladang.

“Karena penasaran dengan bau yang menyengat seperti bangkai yang sudah busuk mencari sumber bau tersebut. Ternyata sesosok mayat pria yang sudah dalam keadaan membusuk. Melihat kondisi mayat, diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar empat hari yang lalu,” imbuh dia

“Di sekitar mayat korban tidak temukan barang-barang apapun. Hanya ditemukan sepasang sandal jepit, dan tiga tongkol jagung diduga diambil dari ladang warga setempat.

Baca Juga :  Pilkada Grobogan 2020 Catatkan Sejarah, Pasangan Sri-Bambang Lawan Kotak Kosong, KPU Pastikan Penuhi Persyaratan dan Lolos Tes Kesehatan

Korban diperkirakan berumur sekitar 55-60 tahun. Jenazah. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas kepolisian, informasinya jenazah dievakuasi ke RSU Bhayangkara,” sambung dia.

Slamet juga menjelaskan, proses evakuasi sempat mengalami hambatan lantaran jarak lokasi penemuan dengan perkampungan sekitar 3 kilometer.

“Petugas sempat mengalami kesulitan. Kondisi medan jalan menuju penemuan hanya bisa dilalui jalan setapak dan sepeda motor. Untuk membawa jenazah korban ke perkampungan terpaksa harus ditandu,” imbuh dia.

“Menurut informasi yang beredar sekira seminggu sebelumnya ada warga yang mengetahui adanya orang asing di sekitar lokasi. Besar kemungkinan penyebab meninggal dunia karena kelaparan,” imbuh dia. Satria Utama