JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Sempat Tertunda, Hendi Yakinkan Seluruh Rencana Pembangunan di Kota Semarang Dilanjutkan

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi menggulirkan kebijakan dengan menerapkan sistem kerjasama dengan Perusahaan Telkomsel dalam memberi akses kuota untuk siswa dan ditanggung oleh Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Istimewa

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Memaknai peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-75 menjadi momentum untuk bangkit akibat pandemic covid-19.
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berkomitmen untuk merealisasikan rencana pembangunan Kota Semarang yang seharusnya dilaksanakan pada tahun 2020 ini, namun harus tertunda karena fokus pada penanganan covid-19.

Komitmen itu disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat pelaksanaan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia berlangsung di Balaikota Semarang, Senin (17/8/2020).

Hendi menyebut, rencana pembangunan tersebut di antarnya melanjutkan pembangunan Pasar Johar, pembangunan Jembatan Kaca Tinjomoyo, pembangunan RSUD Mijen tipe D, serta beberapa project strategis pembangunan fisik lainnya.

Baca Juga :  YKAN Dorong Praktik Budi Daya Udang Ramah Lingkungan

“Dalam situasi pandemi seperti saat ini, saya berharap dapat lebih tumbuh rasa nasionalisme masyarakat terhadap bangsa Indonesia. Masyarakat saat ini sedikit banyak merasakan situasi perjuangan dahulu, yaitu keterbatasan dalam melakukan kegiatan, karena mendapat tekanan dari penjajah,” kata Hendi sapaan akrab orang nomor satu di Kota Semarang ini.

“Dan hari ini Covid-19 bisa diibaratkan penjajah yang membuat kita merasakan berbagai keterbatasan, karena menenekan sendi – sendi kehidupan,” sambung dia.

Baca Juga :  Limbah Medis Virus Corona Blora Telah Mencapai 369 Ton, Sama Dengan Volume Tahun 2019

Hendi juga meyakini meski di tengah berbagai keterbatasan, Pemerintah Kota Semarang bersama seluruh lapisan masyarakat tetap berusaha melanjutkan berbagai program pembangunan, dengan semangat gotong royong.

Hal itu seperti yang dilakuannya dalam kurun waktu lima tahun terakhir, dimana kemajuan Kota Semarang tidak lepas dari spirit gotong royong seluruh elemen masyarakat, melalui konsep pembangunan Bergerak Bersama.

“Seperti misalnya dalam indeks pembangunan manusia yang mampu didorong melampaui kota – kota besar lainnya,” sambung dia. Satria Utama