JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Setelah 3 Bulan Libur Pandemi, Pemandu Wisata Keraton Kembali Panen

Keraton Yogyakarta masih menjadi destinasi wisata yang paling diminati wisatawan. Foto: Tempo.co

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Para pemandu wisata di Kota Yogyakarta kini bisa sedikit bernafas lega.

Pasalnya, setelah sempat libur selama tiga bulan lantaran pandemi Covid-19, para pemandu wisata di Keraton Yogyakarta kini mulai kebanjiran wisatawan, setelah objek wisata kembali dibuka.

Kondisi tersebut mulai terasa sejak libur panjang Kemerdekaan RI hingga libur cuti bersama perayaan tahun baru Hijriyah yakni mulai Kamis hingga diperkirakan sampai Minggu (23/8/2020) mendatang.

Seperti terlihat di kawasan wisata Keraton Yogyakarta pada Jumat (21/8/2020) siang, lalu-lalang wisatawan nampak memadati pintu loket masuk.

Para pemandu wisata juga mulai sibuk melayani tamu sembari menceritakan sejarah raja-raja di Keraton Yogyakarta.

Baca Juga :  Hingga September Tiga Hiu Tutul Terdampar di DIY, Ini Fenomena yang Terjadi

“Ini belum seberapa. Kalau tahun-tahun sebelumnya jauh lebih banyak. Ya ini karena ada Covid-19 mau bagaimana lagi. Bersyukur saja sekarang sudah kembali dibuka,” salah satu abdi dalem yang juga pemandu wisata Keraton Yogyakarta, Kanjeng Mas Tumenggung Tirto Joyo Tamtama saat ditemui di lokasi.

Ia mengatakan, selama pandemi hampir tiga bulan wisata Keraton Yogyakarta ditutup.

Akibatnya, ia dan para pemandu wisata dari luar juga terpaksa libur dari rutinitasnya sebagai guide wisatawan.

Pria yang akrab disapa Tirto ini mengaku lega dengan dibukanya kembali obyek wisata Keraton Yogyakarta tersebut.

Pasalnya, Tirto menyadari jika ekonomi di Yogyakarta bergantung pada kunjungan wisatawan.

Baca Juga :  Pelanggar Protokol Kesehatan di Yogyakarta Bisa Pilih Sendiri Hukumannya, Mulai dari Push-up, Menyapu Jalan, hingga Denda

Saat ini ada sekitar 25 pemandu wisata sekaligus Abdi Ndalem Keraton Yogyakarta.

“Sekitar 25 orang. Belum lagi pemandu wisata yang dari luar juga ada. Ya harapannya bisa kembali normal lagi,” ujarnya.

Saat ini pengunjung masih dibatasi. Pihak pengelola memberlakukan grouping atau pengkelompokan untuk sekali masuk.

“Tidak boleh lebih dari 15 orang, kecuali keluarga. Itu sebagai protokol yang diberlakukan,” tegasnya.

Di hari sebelum adanya Covid-19, Tirto mampu melayani wisatawan hingga 800 orang, bahkan bisa 1.000 lebih.

“Sekarang hanya 200 an lebih. Itu pun kami buka mulai tanggal 8 kemarin. Sebelumnya ya sepi,” pungkasnya.

www.tempo.co