JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Setelah Puluhan Tahun Tinggal Bersama Kambing, Pasutri Ini Tempati Rumah Baru

Rumah lama Sajimin dan Poniyem yang menyatu dengan kandang ternak kambing di Pedukuhan Ngembes, Kalurahan Pengkok, Patuk, Gunungkidul / tribunnews

GUNUNGKIDUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pasangan suami istri (Pasutri) Sajimin dan Poniyem terlihat lega. Mereka tak bakal lagi tinggal bersama satu rumah dengan kambing piaraannya, setelah mendapatkan bantuan bedah rumah dari Korem 072/Pamungkas.

Rabu (5/8/2020) kemarin, keluarga itu resmi menempati rumah baru bantuan tersebut. Dandim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Noppy Laksana Armiyanto mengungkapkan Sajimin menjadi salah satu warga yang dipilih KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa untuk mendapatkan bantuan Bedah Rumah.

“Istri beliau, Bu Hetty sempat berkunjung langsung melihat kediaman Pak Sajimin sebelum mendapat bantuan,” kata Noppy usai penyerahan rumah tersebut.

Sebelum mendapatkan bantuan rumah tersebut, Sajimin dan istrinya menetap di bangunan yang tidak layak.

Pasalnya, mereka tinggal satu atap dengan kambing ternak. Bangunan rumah lama tersebut berada persis di sebelah rumah baru Sajimin.

Baca Juga :  Puskesmas Gedongtengen dan Wirobrajan Ditutup karena Sejumlah Nakes Dinyatakan Positif Covid-19

Bangunan berdinding anyaman bambu dan atap genteng tersebut hanya terdiri dari tiga ruangan.

Ruangan pertama jadi tempat tinggal keduanya. Seluruh aktivitas dilakukan di ruangan tersebut.

Kandang kambing persis sederet dengan ruangan tersebut, hanya dibatasi oleh satu ruangan gudang berisi potongan kayu bakar.

Sidik Komari, tokoh masyarakat Ngembes menuturkan, pasangan sepuh tersebut sudah menetap di bangunan tersebut selama puluhan tahun.

“Mereka hanya tinggal berdua di sini, belum dikaruniai anak sampai sekarang,” tutur Sidik.

Sehari-harinya, Sajimin dan Poniyem bekerja sebagai petani. Mengingat mereka hanya tinggal berdua, warga setempat pun selalu hadir saat dibutuhkan.

Termasuk masalah bangunan yang mereka tinggali itu. Sidik mengungkapkan, bangunan itu sempat hampir roboh, saking strukturnya tidak kuat.

Warga pun kemudian mengumpulkan uang dan turut membantu proses perbaikan, walau hanya semampunya.

Baca Juga :  Pelanggar Protokol Kesehatan di Yogyakarta Bisa Pilih Sendiri Hukumannya, Mulai dari Push-up, Menyapu Jalan, hingga Denda

“Pak Sajimin sendiri memang sejak kecil tinggal di sini. Jadi beliau memang sudah sangat dikenal oleh warga,” ungkap Sidik.

Kini, Sajimin dan Poniyem bisa lebih nyaman di rumah yang baru. Selain lebih layak, rumah ini sudah memiliki ruangan-ruangan standar seperti 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dapur, ruang tamu, dan ruang tengah.

Selama acara peresmian, Sajimin didampingi oleh Sidik dan sejumlah warga. Selain karena sudah lanjut usia, keduanya hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa Jawa.

Pun tak banyak kata yang terucap, senyum Sajimin tak lepas-lepas dari wajahnya.

Kepada Tribunjogja.com dengan bantuan Sidik, pria usia senja ini mengucapkan terima kasih pada seluruh pihak yang telah mewujudkan rumah barunya menjadi nyata.

“Pokoknya saya senang, senang banget,” kata Sajimin seperti yang diterjemahkan oleh Sidik.

www.tribunnews.com