JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tikus Merajalela, Distan Sragen Bakal Datangkan 40 Pasang Burung Hantu Tahun 2021. Luas Lahan Terserang Dilaporkan 50 Hektare

Ilustrasi burung hantu. Foto/Istimewa
Ilustrasi burung hantu. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sragen melaporkan serangan tikus sejauh ini hanya merusak sekitar 50 hektare lahan.

Hal itu disampaikan Kepala Distan Sragen, Ekarini Mumpuni Titi Lestari kepada wartawan saat ditemui di serasehan petani di Masaran kemarin.

Ia mengatakan dari data yang dilaporkan ke dinas, serangan hama tikus menyerang sekitar 50an hektare lahan. Serangan menyebar di beberapa kecamatan.

“Tidak begitu luas cakupan serangannya. Hanya sekitar 50an hektare dan tidak berpengaruh pada produksi musim ini,” paparnya.

Ia mengatakan gerakan pengendalian lewat gropyokan dan emposan juga telah dilakukan di beberapa wilayah.

Baca Juga :  Duh Gusti, Meledak Lagi Tambah 19 Positif Hari Ini, Total Kasus Covid-19 Sragen Melonjak Jadi 452. Kontak Erat Tercatat 644 Orang, Sudah 59 Warga Meninggal Dunia

Kemudian pihaknya telah memasang peringatan dan imbauan terkait larangan penggunan listrik untuk perangkap tikus.

Menurutnya, serangan tikus dilaporkan ada di Miri, Tangen, Tanon, Sidoharjo, Karangmalang, Kedawung, Ngrampal dan lainnya.

“Sebenarnya solusi yang efektif menekan populasi tikus adalah gropyokan,” tukasnya.

Ekarini menambahkan Pemkab juga sudah mengupayakan untuk menganggarkan pengadaan burung hantu guna menekan tikus. Namun burung predator tikus itu baru bisa didatangkan pada tahun 2021 karena saat ini baru dianggarkan.

“Kita akan datangkan burung tito alba atau burung hantu. Sudah dianggarkan oleh bupati pada 2021 dan disetujui,” urainya.

Ia menyebut alokasi pengadaan tito alba itu akan dilakukan demplot terlebih dahulu. Setiap kecamatan akan diberikan dua pasang burung hantu atau total ada 40 pasang yang nanti akan dibeli oleh Pemkab.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Hanguskan Rumah Tukang Loper Roti di Doyong Miri. Hanya Dalam 3 Jam, Rumah dan 2 Sepeda Motor serta Harta Benda Hangus Tak Tersisa, Pemilik Terpaksa Ngungsi

“Kita buat demplot dulu, masing-masing kecanatan 2 paket atau 2 pasang. Kalau anggarannya berapa belum tahu, masih disurvei dulu,” tukasnya.

Menurutnya, sejauh ini, masih dilakukan survei beberapa daerah mana yang menyediakan burung hantu. Di antaranya, Demak, Jogja, Sukoharjo dan Grobogan.

Nantinya pengadaannya juga akan dilakukan pihak ketiga. Meski banyak petani mengeluhkan serangan tikus, untuk target musim tanam ini, pihaknya optimis target 23.000 hektare tanaman bisa terpenuhi. Wardoyo