JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tragis, Pasang Lampu Hias Agustusan, Pemuda asal Sukodono Sragen Tewas Kesetrum. Tubuhnya Sempat Terpental Lalu Terhempas

Jenazah pemuda Sukodono Sragen yang tewas kesetrum saat dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Sragen. Foto/Wardoyo

 

Jenazah pemuda Sukodono Sragen yang tewas kesetrum saat dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Insiden tragis terjadi di Sukodono, Sragen. Seorang pemuda tewas seusai tersengat listrik saat memasang lampu hias di jalan untuk persiapan Agustusan.

Korban diketahui bernama Agunawan (26) warga Dukuh Karang RT 16, Desa Newung, Sukodono, Sragen. Pemuda itu meregang nyawa saat memasang lampu hias di jalan kampung Dukuh Sendangapak RT 13, Desa Newung, Sukodono.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , insiden tragis itu terjadi kemarin (7/8/2020) petang pukul 16.00 WIB.

Menurut keterangan saksi dan warga, kejadian bermula ketika korban bersama temannya, Riky Kuswantoro (25) hendak memasang lampu hias di jalan untuk persiapan HUT RI.

Baca Juga :  Kapolres Sragen Ungkap Sejumlah Siswi SMP Korban Predator asal Mondokan, Sempat Menangis Saat Dipaksa Layani Hubungan Intim di Kuburan. Satu Siswi asal Tanon Bahkan Sempat Dicekik

Mereka memasang lampu hias dengan menggunakan sebatang bambu sepanjang sekitar 10 meter. Saat didirikan, ternyata bambu itu terlalu tinggi.

“Selanjutnya dalam posisi bambu tersebut berdiri, rekan korban memotong bagian bawah bambu dengan sebilah sabit. Sedangkan korban memegangi bambu dengan posisi agak di atas agar tidak roboh,” papar Kasubag Humas Polres Sragen AKP Harno, Minggu (9/8/2020).

Pada saat bambu dipotong, keduanya tak sadar ujung bambu menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi. Sontak bambu itu teraliri listrik dan menyetrum Agunawan yang memegang di atas.

Baca Juga :  Meledak Lagi, Tambah 12 Warga Positif Hari Ini, Kasus Covid-19 Sragen Melonjak Jadi 485. Dua Warga Suspek Kembali Meninggal, Total Sudah 68 Warga Meninggal Terkait Covid-19

Seketika tubuh pemuda itu langsung terpental dan terhempas hebat ke badan jalan. Malang tak dapat ditolak, saat korban dilarikan ke RSUD Sragen, nyawanya tak tertolong.

Pemuda itu meninggal dunia akibat luka bakar dan luka pada bagian kepala. AKP Harno menuturkan, korban murni meninggal akibat kesetrum dan tidak ada tanda kekerasan maupun penganiayaan.

“Saat dievakuasi masih dalam keadaan ,sadar. Tapi sesampai di RSUD meninggal dunia. Karena kerabat sudah menerima sebagai musibah, jenazah korban langsung diserahkan untuk dimakamkan,” tandas AKP Harno. Wardoyo