JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Usaha Kuliner Kawasan Undip Tembalang Terdampak Corona

Suasana sepi kuliner selama pandemi Covid-19 / najmi yafi - joglosemarnews
Suasana sepi kuliner selama pandemi Covid-19 / najmi yafi – joglosemarnews

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Usaha kuliner di kawasan kampus Unversitas Diponegoro (Undip) Tembalang terdampak wabah Corona atau Covid-19.

Kawasan yang sebelumnya selalu dipadati para mahasiswa itu, selama hampir lima bulan sejak awal merebaknya virus Covid-29, sepi pengunjung.

Hampir semua jenis kuliner, seperti restoran, warteg, warung burjo dan lain-lain kini nyaris tiarap.

Diketahui, saat pandemi Covid-19 seperti ini, pemerintah meniadakan semua kegiatan perkuliahan mahasiswa secara tatap muka, dan mengganti kegiatan perkuliahan dengan sistem daring (dalam jaringan).

Dengan sistem perkuliahan yang dilakukan secara daring, mahasiswa kebanyakan memilih untuk pulang ke rumahnya masing-masing dan hanya sedikit mahasiswa yang memilih untuk tetap tinggal di tembalang karena suatu alasan tertentu.

Baca Juga :  Gubernur Ganjar Pimpin Operasi Yustisi Penegakkan Protokol Kesehatan

Mahasiswa yang menjadi sumber pendapatan usaha kuliner, otomatis terhenti dengan kebijakan kuliah online.

Alhasil banyak usaha kuliner terkena dampaknya, menjadi sepi pengunjung dan omzetnya pun menurun drastis. Penurunan omzetnya bahkan menyentuh angka 50 persen lebih.

“Sepi mas, pemasukan merosot, kira-kira sampai 50 persen turunnya, ” ujar Yayuk, salah satu karyawan tempat makan di Tembalang saat ditemui Joglosemarnews, (20/8/2020).

Salah satu dampak ikutan dari penurunan omzet itu, juga mengakibatkan beberapa tempat makan memberhentikan sebagian karyawannya.

“Ada pengurangan karyawan, biasanya kan ada sembilan orang. Tapi sekarang tinggal tujuh orang. Karena sepi, kalo kebanyakan karyawan takutnya ga bisa gajian,” ujar Yayuk.

Baca Juga :  Duh Gawat, Sragen dan Klaten Masuk 9 Daerah Rawan di Pilkada Serentak. Polda Jateng Bakal Kerahkan 14.000 Personel Lebih Untuk Pengamanan!

Tak hanya di warung makan di tempat Yayuk bekerja saja yang sepi pembeli. Hampir semua usaha kuliner di kawasan itu jumlah pengunjungnya drop.

Bahkan, beberapa tempat makan juga sempat tutup di awal-awal pandemi virus corona dikabarkan mulai masuk ke Indonesia.

Saat pola new normal sudah diberlakukan di Indonesia, beberapa tempat makan mulai buka dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Namun ada juga tempat makan yang masih kurang ketat dalam hal penggunaan protokol kesehatan, seperti cuci tangan, jaga jarak, dan memakai masker.

Pemilik tempat makan pun berharap, agar pandemi virus corona cepat berakhir dan kondisi perekonomian bisa pulih kembali seperti sediakala. najmi yafi