JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Aksi Kamisan di Semarang Sempat Diwarnai Adu Mulut dan Nyaris Dibubarkan

Aksi Kamisan yang berlangsung di depan kantor Pemprov Jateng / lupita - joglosemarnews

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi Kamisan yang berlangsung di depan kantor Pemprov Jawa Tengah, Semarang, Kamis (24/9/2020) sempat diwarnai adu mulut antara peserta aksi dengan petugas kepolisian.

Bahkan, petugas kepolisian yang berjaga ketat di lokasi tersebut nyaris membubarkan aksi yang biasanya berlangsung seminggu sekali itu.

Akibat adanya insiden tersebut, aksi Kamisan sempat terhenti selama 20 menit. Di satu sisi, petugas kepolisian menegur adanya kerumunan lantaran sedang masa pandemi Covid-19.

Aksi Kamisan tersebut setidaknya melibatkan 30-an petugas kepolisian berjaga-jaga untuk menertibkan peserta aksi.

Salah seorang petugas kepolisian, dalam negosiasi tersebut mengatakan, aksi boleh saja dan selama ini petugas tidak pernah membubarkannya.

Baca Juga :  Akhir Sepak Terjang Bandar Togel Banyumasan PUR dan EK. Nekat Buka Online, Kini Tak Berdaya Diringkus Polisi

“Tetapi kali ini sedang terjadi masa Pandemi Covid-19, kita harus taat protokol kesehatan,” ujar salah satu polisi yang bertugas.

Selain adu mulut, sempat terjadi aski tarik menarik ornamen yang digunakan oleh masa aksi. Aziz Rahmad Ahmadi, selaku pelopor aksi menyatakan aksi tersebut mengatakan, aksi tersebut telah dilakukan sesuai dengan protokol yang dianjurkan.

“Kita sudah pakai protokol, lantas kenapa kita dibubarkan?” ujar aziz kepada Joglosemarnews.

Aksi yang mendapat penolakan itu akhirnya mendapatkan izin dari pihak pemerintah dan polisi dengan masa waktu yang ditentukan.

Baca Juga :  Awas, Libur Panjang, Mulai Hari Ini Semua Kendaraan Keluar dan Masuk Jawa Tengah Akan Diperiksa. Ini Sasarannya!

Kali itu, aksi Kamisan mengangkat tema “Petani Menangis di Negeri Agraris”. Mereka menuntut beberapa masalah yang sedang terjadi dengan para petani antara lain perampasan tanah, revorma agrarian, ketahanan pangan, permasalahan Omnibuslaw, hingga kesejahteraan petani.

“Lima topik permasalahan utama itu yang kami jadikan landasan adanya aksi ini,” ujarnya.

Menurut Aziz, aksi Kamisan di Semarang harus kembali digelar karena permasalahan Indonesia semakin banyak dan kompleks. Semua itu untuk menyadarkan pemerintah agar lebih perhatian terhadap rakyatnya. lupita – wandani