JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Aku Pintar Kembangkan Aku Pintar Sekolah, Permudah Guru Melaporkan KBM secara Digitalisasi

Co-Founder dan CEO Aku Pintar, Lutvianto Pebri Handoko memperlihatkan dashboard aplikasi berbasis web Aku Pintar Sekolah pada Selasa 22 September 2020. Ist
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Co-Founder dan CEO Aku Pintar, Lutvianto Pebri Handoko memperlihatkan dashboard aplikasi berbasis web Aku Pintar Sekolah pada Selasa 22 September 2020. Ist

JAKARTA- PT Aku Pintar Indonesia kembali berinovasi dengan menghadirkan sebuah aplikasi berbasis web khusus bagi pihak sekolah yakni Aku Pintar Sekolah (APSekolah) pertengahan September 2020 lalu. Aplikasi ini akan mempermudah men-digitaliasi proses laporan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang telah dilakukan para guru.

Latar belakang munculnya Aku Pintar Sekolah (APSekolah) ini tak lepas dari situasi pembelajaran sekolah di tengah pandemic Covid 19 ini. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) diwajibkan memberlakukan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang memerlukan penyesuaian baik dari sisi SDM maupun fasilitas pembelajaran. Dalam KBM guru dituntut untuk memberikan laporan sebagai bukti bahwa KBM telah dilaksanakan. Hal ini dilakukan agar pihak sekolah dapat mengawasi setiap KBM agar sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Namun dalam praktiknya, pelaporan KBM yang dilakukan oleh guru saat ini masih secara manual.

Seperti aplikasi-aplikasi pendidikan yang dikembangkan oleh PT Aku Pintar Indonesia sebelumnya, APSekolah  ini dapat digunakan secara gratis. Adapun manfaat APSekolah dapat dirasakan mulai dari Kepala Sekolah, Guru, maupun Siswa.

“Kami menyadari perlunya digitalisasi pelaporan KBM di masa pandemi ini. Melalui APSekolah, baik guru maupun pihak sekolah dapat bersama-sama memantau serta mengevaluasi proses KBM yang telah dan sedang berjalan serta menyiapkan rencana pembelajaran yang lebih terarah.” ujar Chief Executive Officer Aku Pintar, Lutvianto Pebri Handoko dalam rilis kepada Joglosemarnews, Rabu (23/09/2020).

Imbuh Pebri, Digitalisasi ini juga membuat segala proses KBM dapat dipantau secara real-time sehingga mudah menyesuaikan dengan kondisi terkini.

Baca Juga :  SMP Pangudi Luhur Domenico Savio Semarang Gelar Pemilihan OSIS Secara Daring

Untuk memanfaatkan fitur dalam APSekolah, pihak sekolah wajib membuat akun di APSekolah melalui https://akupintar.id/apsekolah-register dan setiap sekolah hanya dapat membuat satu akun. Setelah membuat akun, pihak sekolah dapat menambahkan guru dan siswa yang tergabung dalam sekolah tersebut yang datanya bisa didapatkan melalui dua cara.  Pertama jika masing-masing guru dan siswa sudah terdaftar di Aku Pintar melalui aplikasi APGuru dan APSiswa maka secara otomatis akan muncul di database akun APSekolah. Namun jika guru dan siswa belum tergabung di Aku Pintar, maka pihak sekolah dapat membuatkan akun guru dan siswa melalui APSekolah.

Tampilan dashboard aplikasi berbasis web Aku Pintar Sekolah yang dapat men-digitalisasi proses laporan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Melalui Aku Pintar Sekolah, pihak sekolah dapat mengetahui rekam data KBM baik yang sudah dan akan berlangsung, memudahkan guru dalam menjadwalkan KBM serta memudahkan siswa juga dalam melihat jadwal

 

Langkah selanjutnya, pihak sekolah dapat membuat kelas-kelas pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang ada dan tingkatan kelasnya. Setelah itu, pihak sekolah dapat mengelola kelas dengan memasukkan guru yang bertanggung jawab kepada kelas serta siswa dari kelas tersebut.

Kemudian guru dapat membuat jadwal pertemuan di dalam kelas serta mengisi deskripsi mengenai mata pelajaran serta materi pembelajarannya melalui aplikasi web APGuru. Setelah sesi pembelajaran, guru dapat membuat laporan salah satunya dengan mengisi presensi siswa dan laporan tersebut dapat secara otomatis dikirimkan kepada pihak sekolah untuk dilihat. Bagi para siswa, mereka dapat melihat semua jadwal pembelajaran melalui aplikasi mobile Aku Pintar yang mereka miliki.

Terdapat delapan fitur di dalam APSekolah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah diantaranya Kelola Guru, fitur menambahkan guru, mengonfirmasi guru yang meminta untuk bergabung, dan melihat guru-guru yang sudah terdaftar. Kelola Siswa, fitur menambahkan siswa, mengonfirmasi siswa yang meminta untuk bergabung, dan melihat siswa yang sudah terdaftar. Kelola Tahun Ajaran, fitur untuk pihak sekolah mengelola tahun ajaran yang nantinya akan dibutuhkan dalam membuat kelas. Kelola Kelas, fitur membuat kelas, memasukkan guru yang bertanggung jawab dalam kelas tersebut, serta memasukkan siswa ke dalam kelas.

Baca Juga :  Sambut Sumpah Pemuda, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo Pentaskan Wayang di Puncak Gedung

Report KBM, fitur bagi sekolah untuk melihat detail kelas dari kegiatan pembelajaran. Unduh RPP, fitur bagi sekolah untuk mengunduh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang diunggah oleh guru. Analytic Sekolah, fitur yang menampilkan data pertemuan yang dibuat oleh guru dan kehadiran siswa di pertemuan tersebut. Kelola Akun Sekolah, fitur ini berfungsi untuk mengatur siapa saja yang dapat mengelola akun sekolah di APSekolah. Selain itu, akun sekolah juga memungkinkan dipegang lebih dari satu orang dan pihak sekolah dapat menambahkan atau menghapus guru atau karyawan untuk memegang akun sekolah.

“Penggunaan APSekolah mengintegrasikan akun APGuru dan APSiswa yang selama ini sudah hadir di dunia pendidikan. Guru yang telah memiliki akun di APGuru dapat secara otomatis terhubung di sistem APSekolah dengan memasukkan nama sekolah di profil akun, begitupun dengan siswa yang sudah terdaftar di APSiswa”, ujar Chief Technology Officer Aku Pintar, Prasetya Gilang Nuswantara.

Sosialiasi APSekolah melibatkan para Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SMA se-derajat di beberapa provinsi di Indonesia, serta beberapa sekolah yang mendaftar secara mandiri guna mendapatkan informasi terkait APSekolah. Selain itu, APSekolah juga disosialisasikan melalui edukasi kepara para guru di Indonesia Timur dan Indonesia Tengah melalui program webinar.#Kiki DS