JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Antisipasi Penularan Covid-19, Wisatawan Malioboro Dilarang Salat di Masjid Kompeks DPRD untuk Sementara

Halaman DPR DI Yogyakarta di Jalan Malioboro yang sering disinggahi wisatawan untuk beristirahat dan menunaikan salat / tempo.co

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Malioboro, diminta untuk tidak menunaikan ibadah di masjid kompleks DPRD DIY di Jalan Malioboro untuk sementara waktu.

Pasalnya, penularan Covid-19 di pusat Kota Yogyakarta itu masih saja terjadi. Kali ini empat anggota DPR DIY yang kantornya berada persis di kawasan wisata Jalan Malioboro, dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Ada pula tiga orang staf Sekretariat DPRD DI Yogyakarta yang hasil tes rapid sempat reaktif dan saat uji swab menunjukkan hasil negatif.

Wakil Ketua DPR DI Yogyakarta, Huda Tri Yudiana mengatakan dengan adanya empat anggota dewan yang positif Covid-19, maka seluruh Kompleks DPR DI Yogyakarta berikut semua aktivitasnya akan ditutup untuk sterilisasi.

Baca Juga :  47 Siswa Positif Covid-19, Begitu Sekolah Berasrama di Sleman Ini Dibuka

“Kita semua harus saling menjaga demi keamanan dan keselamatan,” kata Huda di Yogyakarta pada Rabu (16/9/2020).

Huda Tri Yudiana meminta wisatawan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar Malioboro dan kerap masuk untuk menunaikan salat di Masjid DPR DI Yogyakarta atau sekedar istirahat seusai berjalan-jalan di kawasan itu, menjauhi kompleks parlemen untuk sementara waktu.

“Setidaknya dari Kamis besok sampai Sabtu,” katanya.

Mengenai temuan kasus positif pada empat legislator itu, Huda Tri Yudiana mengatakan saat ini akan berlangsung uji kesehatan terhadap 51 anggota DPR DI Yogyakarta.

Seluruh kegiatan parlemen, baik rapat kerja, kunjungan, bahkan aksi demonstrasi yang kerap menggunakan area halaman DPR DI Yogyakarta dilarang selama penyemprotan desinfektan di seluruh ruangan dan halaman kompleks parlemen itu.

Baca Juga :  Bantu UMKM, Pemkot Yogya Tetapkan Jalur Sepeda Wisata

Kasus Covid-19 di Malioboro pada awalnya terjadi kepada seorang pedagang kaki lima. Pedagang Malioboro itu meninggal pada 4 September 2020.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yoggakarta, Heroe Poerwadi mengatakan sampai Selasa, 15 September 2020, kasus positif Covid-19 di kawasan Malioboro menjadi sebelas kasus atau bertambah sepuluh orang.

“Jumlah kasus positif Covid-19 di Malioboro sudah sebelas orang, termasuk PKL Malioboro yang awal terpapar (meninggal dunia). Saat ini kami masih memperluas pelacakannya,” ujar Heroe Poerwadi yang juga Wakil Wali Kota Yogyakarta.

www.tempo.co