JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Beberapa Pemenang Tender Alkes Covid-19 Dinilai Tak Berpengalaman

Pengunjung melihat salah satu stan ruang operasi pada pameran alat kesehatan di Jakarta Convention Center (JCC), 17 Oktober 2015. Pada pameran tersebut, dihadirkan replika RS lengkap dengan fasilitasnya / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Beberapa pemenang tender pengadaan barang dan jasa terkait alat kesehatan penanganan Covid-19 di LPSE, Kementerian Kesehatan dinilai tidak memiliki pengalaman memadai di bidang tersebut.

Dugaan tersebut dilontarkan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW), di mana salah satunya adalah pengadaan bahan reagensia Covid-19.

“Tidak punya pengalaman mengadakan alat material kesehatan (almatkes),” kata peneliti ICW, Dewi Anggraeni, dalam diskusi Potensi Korupsi Alat Kesehatan di Kondisi Pandemi, Selasa (1/9/2020).

Baca Juga :  Banjir Menerjang, 49 RT dan 23 Jalan di Jakarta Terendam

Dalam pengadaan bahan reagensia Covid-19, Dewi mengatakan, tidak ada informasi di kolom pemenang pada halaman LPSE. Namun, di bagian hasil evaluasi yang dibintangi adalah sebuah PT berinisial ZSI.

Dari hasil penelusuran ICW, perusahaan tersebut lebih banyak mengikuti tender pembangunan jaringan dan kontraktor.

Dewi juga mencontohkan pengadaan daya tahan tubuh bagi mahasiswa (masker) dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 Politik Kesehatan Kemenkes Kupang tahun 2020. Pemenang tender tersebut adalah sebuah CV.

Baca Juga :  Jadi Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Sebut Perkaranya Bukan Korupsi

Menurut Dewi, pemenang tender minim pengalaman dalam pengadaan almatkes seperti APD atau masker. Beberapa tender yang pernah diikuti CV tersebut adalah pengadaan perlengkapan gedung kantor pada 2019, dan pengadaan buku koleksi perpustakaan SMP swasta di Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata.

Dalam keadaan darurat, kata Dewi, pemerintah dituntut untuk melakukan pengadaan dengan cepat dan fleksibel.

“Namun pengadaan tersebut harus tetap transparan dan akuntabel,” katanya.

www.tempo.co