JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bukan Sekolah Tatap Muka, Disdikbud Karanganyar Akan Aktifkan Kembali KBM Lewat Radio Mulai Pekan Depan. Guru Sambut Baik, Tapi Pelajaran Matematika Dinilai Bakal Terkendala!

Ilustrasi anak sekolah. Foto/Istimewa
madu borneo
madu borneo
madu borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah sempat terhenti, kegiatan belajar mengajar melalui siaran radio ditengah pandemi Covid-19 kembali digelar oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar.

Proses pembelajaran melalui siaran radio Swiba ini akan dimulai pada tanggal 5 Oktober 2020 sampai 28 November 2020 atau sekitar 8 minggu.

Sebelumnya proses pembelajaran melalui siaran radio milik Pemkab Karanganyar ini sudah pernah dilakukan diawal pandemi  Covid-19, namun dihentikan.

Kepala Disdikbud Karanganyar Tarsa, menyampaikan, proses pembelajaraan melalui radio akan diberikan kepada peserta didik mulai dari kelompok bermain (KB) TK, SD dan SMP.

Menurutnya proses pembelajaran melalui siaran radio ini memungkin seluruh peserta didik dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Baca Juga :  Terus Meroket, Jumlah Kasus Positif Covid-19 Karanganyar Hari Ini Capai 677, Jumlah Warga Meninggal Tambah Jadi 126 Orang

Hal ini berbeda jika proses pembelajaran dilakukan melalui telepon selular . Sistem itu dinilai menjadi cara mengatasi kesulitan akses internet, maupun orang tua siswa yang tidak memiliki telepon pintar.

“Dalam hal ini Disdikbud bekerja sama dengan Radio Swiba yang merupakan radio pemerintah daerah. Hasilnya kita harapkan  PJJ dapat berjalan baik,” paparnya, Selasa (29/9/2020).

Tarsa menjelaskan para guru yang akan memberikan materi pembelajaran merupakan guru pilihan atau guru terbaik yang ada di masing-masing kecamatan.

Proses pembelajaran akan dimulai pada pukul 08.00 WIB dan masing-masing sesi selama 30 menit.

Sementara itu, proses pembelajaran melalui siaran radio ini mendapat tanggapan dari sejumlah guru.

Baca Juga :  Ogah Bayar Denda, Pengendara Motor di Karanganyar Ini Pilih Ngos-Ngosan Push Up 20 Kali. Puluhan Warga Terjaring dan Terpaksa Bayar Denda Rp 20.000an

Endang Tri Mulyani, Guru SDN 02 Harjosari menyatakan  jika dibandingkan dengan proses pembelajaran melalui Android, pembelajaran melalui radio streaming, praktis dapat diikuti seluruh siswa, terutama yang tidak memiliki telepon pintar.

Hal senada juga dikatakan Sri Dasa Widiastuti. Hanya saja, menurutnya, kendala yang dihadapi saat pembelajaran melalui siaran radio ini adalah saat penyampaian materi pelajaran Matematika.

“Karena peserta kan hanya mendengarkan tanpa tatap muka. Nah di sini nantinya dibutuhkan kreativitas para guru saat menyampaikan kepada siswa,sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh peserta didik,” ujar Sri. Wardoyo