JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bupati Umumkan Sragen Masih Zona Merah Covid-19. Gubernur Minta Injak Rem, Mohon Maaf Nekat Gelar Hajatan Tak Sesuai Prokes Denda Rp 1 Juta dan Bisa Dibubarkan!

Ilustrasi polisi membubarkan hajatan yang melanggar protokol kesehatan dan tidak berizin. Foto/Humas Polda


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabupaten Sragen belum bisa beranjak dari status zona merah covid-19. Meski angka kesembuhan relatif tinggi, lonjakan kasus tiap hari yang terus bertambah membuat status zona merah masih masih melekat.

Hal itu disampaikan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati di hadapan para perwakilan Kades dan relawan Satgas Covid-19 tingkat desa kemarin.

Baca Juga :  Perhatian, Kantor Pemda dan Pusat Pemerintahan Sragen Bakal Dipindah ke Sine. Anggarannya Rp 50 Miliar Lebih, Dimulai Tahun Ini!

“Perlu kami sampaikan, bahwa saat ini Sragen masih di zona merah covid-19. Ada 9 daerah di Jawa Tengah yang masih zona merah termasuk Sragen.
Terakhir Sabtu kemarin kami lakukan kajian dan betul, kita masih ada di zona merah,” paparnya.

Menurut Bupati, walaupun angka kesembuhan pasien positif covid-19 sangat tinggi, ternyata masih belum imbang dengan jumlah penderita yang sakit atau dirawat.

Advertisement
Baca Juga :  Awas, Pemerintah Ingatkan Ancaman Ledakan Covid-19 Varian MU dan Lamda. Menko Luhut: Hati-Hati Naik Lagi!

Status zona merah itu tentu membawa konsekuensi terhadap kebijakan makro yang berkenaan dengan sosial kemasyarakatan. Ia menyampaikan saat ini Jateng menjadi tren setter kasus covid-19 karena lonjakan kasusnya yang tinggi.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua