JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Front Pemuda Madura Ajak Pemuda Bangkit Di Tengah Pandemi Adopsi Semangat Pertamina

Ajakan tersebut dilontarkan Ketua Umum Front Pemuda Madura (FPM), Asip Irama. Istimewa
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Front Pemuda Madura (FPM) mengajak segenap generasi muda Indonesia untuk bangkit di tengah pandemi covid-19 saat ini. Kebangkitan pemuda harus dilandasi semangat dan nilai-nilai positif, salah satunya dengan mengadaptasi semangat Pertamina.

Ajakan tersebut dilontarkan Ketua Umum FPM, Asip Irama, dalam seminar daring bertajuk “BUMN untuk Negeri: Mengawal Spirit Pemuda Demi Stabilitas Indonesia”, yang digelar Senin (21/9/2020). Asip mengatakan, spirit pemuda Indonesia menjadi sangat penting untuk kembali dibangkitkan di 2020 ini.

“Mengingat negara dan bangsa kita saat ini sedang didera cobaan bertubi-tubi. Terutama gelombang Covid-19 yang efeknya sangat terasa di berbagai pilar kehidupan, baik kesehatan, sosial, maupun ekonomi,” ujarnya.

Sementara di luar sana, lanjut Asip, ada pahlawan-pahlawan tak kasat mata, yang rela berkorban demi hajat hidup masyarakat banyak. Di antaranya PT Pertamina (Persero), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kebanggaan kita, yang rela ‘berdarah-darah’ demi tetap memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

“Apakah Pertamina merugi? Iya, seperti halnya pelaku bisnis di seluruh dunia, Pertamina pun terseok-seok didera krisis akibat pandemi. Namun tidak sehari pun Pertamina menghentikan pelayanannya terhadap masyarakat Indonesia. Akibat pandemi Covid-19, volume penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina turun drastis hingga 26%. Di beberapa daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) penjualan produk Pertamina rata-rata turun hingga 50% selama pandemi berlangsung,” imbuhnya sesuai rilis.

Baca Juga :  Bertambah 8 Kasus Baru, Satu Diantaranya Disumbang Klaster Gandekan, Total Positif Covid-19 di Solo Jadi 965

Di saat yang sama, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS) turut melemah, menyebabkan tekanan finansial karena pembelian bahan mentah produk Pertamina menggunakan Dollar AS, sedangkan pendapatan dalam Rupiah.

Di sisi hulu, harga minyak mentah Indonesia turun ke level terendah dalam sejarah, yang mengakibatkan cash flow Pertamina terganggu. Tercatat di Semester 1 – 2020 Pertamina merugi Rp 11 triliun. “Namun, apakah kontribusi Pertamina ke masyarakat berkurang? Tidak!,” tukasnya.

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tetap beroperasi melayani 24 jam. Dengan kondisi merugi, Pertamina pun tetap memastikan ketahanan energi Indonesia dimasa depan terjaga, dengan terus melanjutkan pembangunan kilang-kilang pengolahan minyak di sejumlah daerah di Indonesia.

“Dan yang membanggakan, dimasa sulit ini, Pertamina mempertahankan 1,1 juta pekerjanya tetap aman dan terjamin, tanpa PHK seorang pun. Pertamina juga mengeluarkan bantuan yang mencapai Rp 850 miliar melalui program Pertamina Peduli, untuk membantu Indonesia dalam penanganan Covid,” terang Asip.

Baca Juga :  Dua Program Aplikasi Kanwil KumHAM Jateng Diapresiasi Anggota DPR RI

Sementara itu di banyak tempat, ungkap Asip, aset-aset Pertamina juga disulap menjadi Rumah Sakit Siaga Penanganan Covid. Seluruh dokter, perawat dan tim medis dilingkungan Pertamina diserahkan untuk mendukung program pemerintah demi penanganan Covid-19.

“Ini semua karena apa? Karena Pertamina cinta Indonesia. Spirit inilah yang harus kita teladani sebagai generasi muda. Bagaimana ditengah krisis ini, kita tetap bangkit berbuat yang terbaik bagi Indonesia, dengan segala kemampuan yang kita punya,” seru pemuda asal Sumenep – Madura, Jawa Timur tersebut.

Dalam kesempatan itu, Asip pun mengajak segenap pemuda dan pemudi Indonesia untuk mendukung langkah-langkah terbaik yang dilakukan BUMN-BUMN di Indonesia, untuk bangkit dari kriris. Yakinilah bahwa setiap keputusan yang diambil pemerintah, wakil rakyat, badan usaha milik negara, dan seluruh pemangku kebijakan di negeri ini, adalah yang terbaik untuk hajat hidup orang banyak. Prihatsari