JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Curhat Pilu Keluarga Korban Meninggal Positif Covid-19 Asal Perum Ngringo Karanganyar. Beban Moral Hadapi Stigma Warga Saat Isolasi Mandiri, Baru Lega Setelah Hasil Swab Negatif

Anak almarhum positif covid-19. Foto/Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Satu warga di Perum Ngringo, Jaten, Karanganyar berinisial LT (56) meninggal dunia akibat positif terpapar covid-19.

Kini semua keluarganya terpaksa harus menjalani tes swab yang oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) setempat.
Pria asal Perumahan Ngringo, Kecamatan Jaten itu meninggal pekan lalu.

Kematian LT yang positif terpapar covid-19 itu sempat membawa beban moral bagi keluarga.

Fitra (35), anak kandung almarhum mengatakan bapaknya meninggal dunia pada Minggu (13/09/2020) karena dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 oleh Rumah Sakit Kasih Ibu RS Kasih Ibu Solo.

Baca Juga :  Berikut Daftar 11 Warga Sragen Yang Terpapar Positif Covid-19 Hari Ini. Ada Balita 1 Tahun di Masaran, Kasus di Baleharjo, Sukomarto, Gebang, Kliwonan, Banaran Kembali Meledak!

“Entah darimana asalnya bapak saya tiba-tiba dinyatakan Covid dan dikarantina di RS Kasih Ibu Solo hingga akhirnya meninggal dunia,” paparnya Senin (21/9/2020).

Fitra menduga bapaknya terjangkit virus Covid 19 lantaran bapaknya mengalami sakit hingga harus cuci darah. Sepeninggal bapaknya, kini seluruh keluarga besar didatangi Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Jaten untuk lakukan tes swab.

Ia mengaku keluarga menjalani tes swab sudah tiga kali ini. Hasil tes swab pertama Fitra dinyatakan positif sedangkan keluarga lainnya hasilnya negatif.

Baca Juga :  Sempat Dirawat di Solo, Warga Karangjati Kalijambe Meninggal Positif Terpapar Covid-19, Total Sudah 82 Warga Sragen Meninggal Dunia

Tes swab dilanjutkan yang kedua dan ketiga hasilnya negatif sehingga keluarga bisa tenang.

“Semula yang dinyatakan positif hanya saya, sedangkan yang lainnya negatif. Tapi karena Alhamdullilah saya sudah dinyatakan negatif ya tidak ada masalah,” ungkapnya.

Kini, Fitra bernapas lega tidak lagi beban pikiran di lingkungan. Karena biasanya lingkungan sekitar mengalami ketakutan jika ada yang dinyatakan positif Covid-19.

“Sejak meninggalnya Almarhum bapak, kami sekeluarga juga beban moral dan juga lakukan karantina mandiri,” lanjutnya. Beni Indra