JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ganasnya Penyebaran Covid-19 di RSUD Sragen. Dari Tukang Parkir, Sekuriti, Tenaga Kesehatan, Pendorong Pasien, Pendoa Jenazah Hingga Sopir Wadir Pun Bisa Terpapar

Ilustrasi petugas RSUD Sragen mendorong jenazah. Foto/Wardoyo
Ilustrasi petugas RSUD Sragen mendorong jenazah. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penyebaran virus corona atau covid-19 di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen yang menimpa puluhan pegawai, menyisakan fakta lain.

Dari total 77 pegawai yang terpapar positif selama dua pekan terakhir, ternyata berasal dari berbagai divisi tugas.

Tragisnya, virus yang bermula dari Wuhan Tiongkok itu menyebar hampir merata ke petugas di semua bagian rumah sakit milik Pemkab Sragen itu.

“Ya, dari 77 pegawai yang kena itu tidak semuanya nakes. Ada tukang parkir, satpam, administrasi, cleaning service, rohaniawan atau yang sering mendoakan jenazah, pendorong pasien sampai drivernya Bu Wadir juga kena,” papar Wakil Direktur Bidang Pelayanan dan Mutu, Joko Haryono.

Ia menyebut belum tahu pasti sumber penukaran yang membuat puluhan pegawai dan nakes itu bisa terpapar. Hanya 17 nakes dan pegawai positif, yang bisa terdeteksi sumbernya diduga dari salah satu pasien di bangsal itu yang meninggal dan kemudian positif setelah diswab.

Setelah itu, penambahan nakes dan pegawai yang menyusul bertumbangan terpapar positif, belum terdeteksi lagi darimana penularannya.

Dirut RSUD Sragen, Didik Haryanto mengungkapkan belum tentu para pegawai dan nakes itu tertular di lingkungan rumah sakit.

Sebab selama ini, mayoritas hanya bekerja 8 jam di rumah sakit sedang sisa waktunya berada di luar.

Baca Juga :  Bangkitkan IKM Batik di Masa Pandemi, Kementerian Perindustrian Gelontor Bantuan dan Bimtek 35 Perajin di Masaran Sragen. Direktur IKM Berharap Batik Sragen Makin Berkembang dan Dikenal!

Kemudian, banyaknya personel yang terpapar covid-19 salah satunya karena kebijakan swab massal yang dilakukan rumah sakitnya. Dengan diswab semua, secara otomatis risiko ketahuan positifnya akan lebih tinggi.

“Dan enggak semua rumah sakit berani melakukan swab massal. Ini memang kami lakukan untuk memastikan para petugas kami. Kita lakukan swab berulang agar tidak terlupa karena mereka menangani covid-19. Bahkan dari 886 pegawai itu swabnya bisa 1.000 kali lebih karena begitu ada kelompok yang positif, yang dekatnya langsung diswab. Saya saja tiga kali diswab,” tukasnya.

Namun Didik meyakinkan jumlah 77 yang terpapar itu masih relatif kecil dibanding jumlah total pegawai dan nakes RSUD yang tercatat sebanyak 886 orang.

Lantas dari 77 yang terpapar, saat ini tinggal 24 orang saja yang menjalani isolasi sedangkan sisanya sudah sembuh. Terakhir, dua hari lalu ada 17 pegawai dan nakes yang dilepas pulang setelah hasil swabnya menunjukkan tanda negatif.

“Semua poli sudah kami buka kembali kecuali THT dan poli jiwa. Alhamdulillah semua berangsur sembuh. Secara umum kondisi mereka baik dan sehat kok. Ini tinggal 24 orang yang diisolasi di RSUD, Technopark, di Moewardi Solo dan dua isolasi mandiri di rumah,” tukasnya.

Baca Juga :  Bona Sinaga, Amran Sinaga dan Suherno Siburian Digerebek Saat Asyik Main di Masaran Sragen. Polisi Amankan Satu Tikar dan Uang Rp 700.000
Dirut RSUD Sragen, Didik Haryanto dan Wadir Umum, Udayanti Proborini. Foto/Wardoyo

Wadir Umum, Udayanti Proborini mengaku jika sopir dinasnya memang sempat terpapar covid-19. Ia juga mengaku kaget ketika mendengar hasil swab sopirnya itu positif karena secara fisik, kondisinya sehat dan tak ada gejala klinis covid-19.

“Ya sempat kaget. Tapi yang penting tetap protokol kesehatan pakai masker dan jaga jarak saja,” tukasnya.

Didik menambahkan kejadian rentetan covid-19 yang menerpa puluhan pegawai dan nakesnya, justru menjadi pembelajaran dan memberi hikmah bagi semua.

Bahwa saat ini semua tidak akan bisa menghindar dari covid-19. Sehingga yang terpenting untuk dilakukan adalah meningkatkan kewaspadaan dengan menaati protokol kesehatan agar terhindar dari virus itu.

“Kita nggak bisa menghindar dengan covid-19 tapi kita harus mulai hidup berdampingan dengan covid-19. Nggak ada yang bisa memastikan seseorang bebas dari covid dan suatu lokasi itu steril dari virus karena ndak pernah ada yang tahu virus itu ada di mana. Sekarang kami sudah ambil kebijakan kalau ada yang hasilnya negatif dan di kelompok sekitarnya ada yang positif. Tidak perlu diswab tapi cukup melakukan isolasi mandiri di rumah. Lalu semua pegawai sekarang harus memakai APD sesuai dengan zona dia bekerja. Tidak boleh lagi pakai masker kain, minimal masker medis,” tandasnya. Wardoyo