JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Gempa Bumi Goyang Tiga Wilayah di Indonesia

gempa
Ilustrasi gempa. Foto: pixabay.com

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Selasa (22/9/2020) pagi, setidaknya ada tiga wilayah di Indonesia yang digoyang gempa bumi.

Menurut catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ketiga wilayah itu adalah dua wilayah di Maluku dan Pacitan, Jawa Timur.

Dari catatan BMKG, getaran gempa dari selatan Jawa pada Selasa pagi, 22 September 2020. Sumber gempa tepatnya berada di laut, 56 kilometer sebelah tenggara Pacitan, Jawa Timur.

Dalam keterangan resminya, BMKG memaparkan kalau gempa terukur berkekuatan 4,3 dalam skala Magnitudo. Sumber gempa yang terjadi pada pukul 8.39 WIB itu terletak di kedalaman 35 kilometer.

Baca Juga :  Jokowi Ajak Ormas Islam Yakinkan Kehalalan Vaksin Covid-19

“Dirasakan di Pacitan dalam skala II MMI (lemah),” bunyi keterangan BMKG.

Dalam situs webnya, BMKG mencantumkan gempa itu yang ketiga yang terekam sepanjang hari ini di wilayah Indonesia. Dua sebelumnya terjadi di wilayah Maluku.

Yang pertama 3,9 M berpusat di 39 kilometer barat daya Kairatu, kedalaman 10 kilometer, pada pukul 3.10 WIB.

Kedua, 5,2 M dengan pusat di 232 kilometer timur laut Maluku Barat Daya, kedalaman 141 kilometer, pada pukul 8.19 WIB. Seluruhnya berada di laut.

Khusus gempa Pacitan dan selatan Laut Jawa pernah mendapat sorotan khusus dari BMKG pada Juli lalu.

Disebutkan tentang klaster atau kelompok aktivitas gempa yang lebih aktif di wilayah selatan Pacitan, Jawa Timur, daripada wilayah sekitarnya.

Baca Juga :  Status 373.745 Kepesertaan Program Kartu Prakerja Dicabut, Rp 1,33 T Kembali ke Kas Negara

Tidak hanya gempa yang tergolong dangkal atau kurang dari 60 kilometer, aktivitas gempa berkedalaman menengah dari 60 hingga 300 kilometer pun meningkat di sana.

Adapun hasil riset terbaru dari ITB lebih menyoroti relatif sepinya aktivitas gempa besar di seluruh pesisir selatan Jawa, di antara daratan dan palung laut atau zona subduksi lempeng benua, selama ratusan tahun belakangan ini.

Mereka menyebutnya sebagai zona seismic gap, dan karena sepinya itu justru menghimpun potensi gempa tsunamigenik.

www.tempo.co