JOGLOSEMARNEWS.COM Market Ekbis

Gethuk Bakar Khas Ungaran, Jajanan Tradisional Yang Dikemas Kekinian

Gethuk bakar menjadi kuliner khas Ungaran / najmi yafi - joglosemarnews
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Salah satu kunci keberhasilan dalam berusaha, termasuk di bidang kuliner, adalah kreasi dan inovasi. Dan salah satu keberhasilan tersebut ditunjukkan dengan eksistensinya.

Di Ungaran, salah satu usaha kuliner yang patut dicatat adalah nama gethuk bakar. Jika bicara gethuk bakar di Ungaran, maka gethuk bakar Abimanyu boleh dibilang sebagai pionernya.

Usaha kuliner ini dirintis lima tahun lalu.

“Gethuk bakar ini bermula dari rasa bosan saja,” ungkap Windi, manajer gethuk bakar Abimanyu saat ditemui Joglosemarnews beberapa hari lalu.

Awal mulanya, cerita Windi, paman dari pemilik gethuk bakar Abimanyu ini berjualan gethuk tradisional. Sang paman setiap hari selalu berkeliling dari rumah ke rumah menawarkan dagangannya.

Suatu ketika, tanpa diketahui, anak sang pemilik gethuk bakar Abimanyu ini bosan melihat dagangan ayahnya yang monoton.

Namun, kebosanan itulah yang kemudian memantik ide di kepalanya untuk mengembangkan produk tersebut. Ia pun membakar gethuk, dan diberi susu di atasnya.

Baca Juga :  Serta® Hadirkan Matras Berteknologi Cool Fiber dan Viro Safe Pertama di Indonesia. Bikin Tidur Lebih Nyaman Berkualitas

“Dari situlah, akhirnya ia mendirikan usaha gethuk bakar ini,” tutur Windi.

Usaha yang dirintis belum berjalan mulus. Bahkan sempat terseok-seok lantaran sempat diusir dari tempat jualan yang pertama.

Namun cobaan itu tidak menyurutkan semangat sang pemilik untuk melanjutkan usaha yang telah ia rintis. Tak lama setelah kejadian itu, usaha gethuk bakar itu kembali digulirkan. Walaupun tergolong masih muda, usaha gethuk bakar itu bahkan sudah mendapat paten sebagai oleh-oleh khas Ungaran dari pemerintah setempat sejak bergabung dengan UMKM.

Sebenarnya orang lebih mengetahui gethuk bakar sebagai gethuk kethek yang merupakan khas Salatiga, karena bentuk dan bahannya sama.

“Namun yang membedakan di sini adalah kelapanya. Kalau gethuk kethek kelapanya mentah, kalau kami kelapanya mateng, dikukus dulu dan bisa tahan hingga 12 jam,” ujar Windi.

Baca Juga :  PermataBank Syariah Jalin Kerja Sama dengan YPI Al-Azhar Indonesia, Optimalkan Layanan Perbankan Syariah bagi Dunia Pendidikan

Singkong, sebagai bahan dasar gethuk bakar tidak sulit dicari. Windi mengaku mengandalkan petani lokal untuk bahan baku singkong. Namun jika cuaca tidak mendukung, dia mendatangkan dari Wonosobo.

Biasanya, gethuk bakar menggunakan bahan singkong gading. Setiap harinya, Windi mengaku mengolah hingga 200 kilogram singkong.

Selain menjual gethuk original dan gethuk bakar, di Gethuk Bakar Abimanyu juga juga terdapat gethuk bakar dengan berbagai toping.

Ada pula berbagai olahan yang berbahan gethuk, seperti donat gethuk, gethuk roll, pizza gethuk dan tart gethuk.

Bahkan untuk tart gethuk bisa custom sesuai dengan permintaan konsumen. Untuk harga gethuk sendiri, kalau yang original Rp 15.000 per box, gethuk bakar Rp  17.000 per box.

“Untuk yang toping, Rp 20.000 per box,” ujarnya. najmi yafi