JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Gigi Berlubang Sangat Mengganggu, Bisakah Detiksi Dini Dilakukan Sendiri? Ini Penjelasan Dokter

Ilustrasi pasien sakit gigi. Pixabay

JOGLOSEMARNEWS.COM — Gigi berlubang dapat menyeabkan berbagai masalah jika disepelekan dan semakin besar. Saat makan pun akan mengganggu kenikmatan karena ada sisa makanan yang selalu menyangkut di gigi.

Selain itu ada efek samping yang ditimbulkan, di antaranya nyeri tak tertahankan dan demam. Hal tersebut pada akhirnya bisa mengganggu produktivitas.

Untuk itu, banyak orang mungkin bertanya mengenai cara mendeteksi dini gigi yang berlubang agar segera mendapatkan penanganan secepat mungkin. Pertanyaannya, adakah yang bisa dilakukan sebagai masyarakat awam?

Menjawab hal tersebut, dokter gigi di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, Shaffa Amalia, pun angkat bicara. Ia menjelaskan pada dasarnya sangat sulit bagi pasien untuk menentukan giginya berlubang atau tidak.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19 Juga Bikin Anak-anak Stres, Ini Tips Menjelaskan tentang Virus Corona pada Anak agar Tidak Cemas

“Kalau sendiri sulit karena kalau gigi yang berlubang itu masih kecil, biasanya tidak akan menimbulkan gejala sehingga kita tidak akan sadar. Sedangkan umumnya gejala seperti sakit gigi dan warna kecoklatan pada gigi sudah dikatakan lubangnya cukup besar. Hitungannya terlambat,” katanya dalam IGTV bersama @radiokesehatan pada 3 September 2020.

Oleh karena itu, Shaffa pun mengimbau agar setiap orang rajin melakukan pemeriksaan berkala ke dokter gigi.

“Karena mengecek gigi berlubang harus memakai alat-alat tertentu yang hanya dimiliki oleh fasilitas kesehatan. Jadi kalau mau deteksi dini, menurut saya kuncinya ada pada mengecek gigi secara rutin ke dokter,” ungkapnya.

Baca Juga :  Merasakan Efek Samping Setelah Minum Obat, Berhenti atau Lanjut?

Terdapat pula beberapa tips dalam menjaga gigi agar risiko berlubang tidak dialami. Shaffa mengatakan pertama, setiap orang wajib memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi.

“Jangan makan yang terlalu manis, terlalu panas, terlalu dingin, terlalu asam. Semua yang berlebihan harus dihindari karena bisa merusak gigi,” jelasnya.

Kedua dan tak kalah penting, sikatlah gigi dengan cara yang benar. “Menyikat gigi harus dilakukan minimal dua kali sehari, setelah makan dan sebelum tidur. Cara menyikatnya juga harus benar, arahnya atas bawah. bukan menyamping, serta ada gerakan bulatan-bulatan,” ujarnya.

www.tempo.co