JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Hati-Hati, Jelang Pengumuman Hasil Seleksi CPNS, BKPSDM Sragen Imbau Tak Tergiur Tawaran Oknum-Oknum Tak Bertanggungjawab!

Ujian SKB CPNS Kabupaten Sragen di LKPPS Karanganyar. Foto/Wardoyo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Badan Kepegawaian Pendidikan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sragen menyerukan kepada peserta seleksi CPNS untuk tidak tergiur dengan oknum-oknum tak bertanggungjawab menjelang penentuan kelulusan dan pengumuman hasil seleksi CPNS.

Penegasan itu disampaikan mengingat kurun waktu menjelang pengumuman, biasanya banyak dimanfaatkan oknum tak bertanggungjawab mencari kesempatan.

“Jadi tidak usah percaya dengan tawaran oknum-oknum tak bertanggungjawab yang menawarkan bisa membantu dengan iming-iming tertentu,” papar Kepala BKPSDM Sragen, Sutrisna kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (28/9/2020).

Baca Juga :  Awas, Polres Sragen Kembali Gelar Operasi Zebra Candi 2020. Digelar 2 Minggu Sampai 8 November, Ada 3 Sasaran Utama Pelanggaran Yang Jadi Prioritas Penindakan!

Sutrisna mengatakan sejauh ini memang belum ada aduan atau laporan perihal tawaran oknum-oknum tak bertanggungjawab itu. Namun imbauan disampaikan sebagai antisipasi agar peserta tidak terjebak atau tergiur penawaran yang tidak jelas itu.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses seleksi CPNS digelar secara transparan. Kemudian skor masing-masing peserta juga ditampilkan secara transparan dan muncul setelah ujian selesai.

Kemudian penentuan kelulusan juga sudah ada rumusan peniliannya sendiri. Yakni bobotnya 40 persen dari skor SKD dan 60 persen dari skor SKB.

Baca Juga :  Selamat, Kabupaten Sragen Raih Penghargaan WTP Kelima Berturut-Turut!

“Penentuan kelulusan sudah jelas. Bobotnya 60 persen SKB dan 40 persen SKB. Soal penentuannya nanti sepenuhnya kewenangan BKN,” jelasnya.

Ditambahkan Sutrisna, untuk Sragen seleksi SKB sudah menyelesaikan jadwal untuk 1.414 peserta. Tes SKB selesai tanggal 19 September 2020 lalu di LKPPS Karanganyar.

Dari lima hari pelaksanaan, ada 12 peserta yang tidak hadir dan 1.402 yang hadir. Namun masih ada 73 peserta yang menunggu jadwal ujian karena ikut ujian di titik lokasi (tilok) lain di luar Jateng. Wardoyo