JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Idap Covid-19, Pedagang Kelontong di Yogya Meninggal, 2 Anggota Keluarga Terpapar

Ilustrasi virus corona. Pixabay

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang pedagang warung kelontong di Danurejan, Kota Yogyakarta yang meninggal, ternyata positif Covid-19.
Hasil tersebut ketahuan tiga hari setelah yang bersangkutan meninggal pada Rabu (26/8/2020) yang lalu.

Sementara dari hasil tracing oleh Pemkot Yogyakarta terhadap keluarga almarhum, dua anggota keluarganya pun turut terpapar virus tersebut.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, yang bersangkutan memang menunjukkan gejala yang mengarah Covid-19 sebelum meninggal.

“Sebelumnya pasien menjalani rapid test juga dan sempat rawat inap di salah satu rumah sakit, karena mengalami gejala demam, batuk, sesak nafas dan keringat dingin,” katanya, saat dikonfirmasi Rabu (2/9/2020) siang.

Heroe menuturkan, warung kelontong yang dikelola oleh pasien, berlokasi di kawasan Bausasran dan tak jauh dari Stasiun Lempuyangan.

Baca Juga :  Pesan WA agar Remaja Tidak Keluar Rumah Bikin Warga Kulonprogo Resah

Sebagai upaya tindak lanjut, 30 Agustus lalu, Pemkot Yogyakarta mulai menggiatkan tracing pada anggota keluarga yang bersangkutan.

“Ya, kemudian kita swab anggota keluarganya, total ada empat orang. Hasilnya, dua orang positif, satu negatif dan satu belum keluar hasilnya,” tambah Heroe.

Heroe memastikan, tracing melalui Dinas Kesehatan masih terus berlanjut, untuk melacak riwayat interaksi dan mobilitas pasien positif. Dengan harapan rantai penularan corona dapat terputus dan tidak menyebar semakin luas.

“Termasuk bagi para pembeli di warung kelontong itu ya, sembari menunggu hasil tracing, kami sarankan untuk menjalani isolasi mandiri dulu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Heroe menuturkan, penularan corona antar anggota keluarga, terjadi cukup masif di Kota Yogyakarta, bahkan makin mendominasi temuan kasus akhir-akhir ini.

Baca Juga :  Di Tengah Pandemi Covid-19, UMY Mulai dengan Kuliah Tatap Muka

Menurutnya, hal itu terjadi karena ada kelengahan saat masyarakat berinteraksi dengan anggota keluarga.

“Fenomena penularan di keluarga kini jadi paling banyak. Temuan ini, menjelaskan kalau potensi penularan bisa terjadi dimanapun, termasuk di rumah,” ujarnya.

Di samping kasus di Danurejan, lanjutnya, transmisi lokal antar anggota keluarga juga ditemukan di Gondokusuman, Ngampilan dan Umbulharjo, masing-masing dua keluarga yang tertular.

Kemudian fenomena serupa terjadi pula di Kecamatan Kraton, yang menimpa satu keluarga.

“Ini menjadi bukti ya, kalau penyebaran Covid-19 tidak memandang wilayah. Karena itu, masyarakat saya minta betul-betul menerapkan protokol kesehatan secara ketat, termasuk saat berada di rumah,” pungkasnya.

www.tribunnews.com