JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Indonesia Terlibat dalam Pengembangan 9 Calon Vaksin Covid-19, Ada yang Buatan Dalam Negeri hingga Kerja Sama dengan Negara Lain. Ini Daftar Lengkapnya

Ilustrasi vaksin. Foto: pexels.com
madu borneo
madu borneo
madu borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Umat manusia saat ini sedang dihadapkan pada pandemi virus corona. Ilmuwan dari berbagai negara di dunia pun kini tengah berjuang mengembangkan vaksin yang diharapkan bisa membawa pada kemenangan dalam melawan Covid-19.

Ada banyak calon vaksin Covid-19 yang saat ini sedang dikembangkan di dunia. Sebagian di antaranya dilakukan dengan kerja sama beberapa negara. Indonesia sendiri kini tengah mengembangkan vaksin Merah Putih. Namun selain itu, ternyata Indonesia juga terlibat dalam pengembangan sejumlah vaksin Covid-19.

Kementerian Kesehatan mencatat akan ada seluruhnya uji klinis sembilan calon vaksin Covid-19 di Indonesia. Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan Alexander Kaliaga Ginting Suka mengatakan kementerian akan memantau seluruhnya.

Alexander menuturkan, dari Mei sampai Agustus 2020 jumlah kandidat vaksin di dunia sebanyak 180 macam. Sebanyak 145 di antaranya masih menjalani uji pra klinis. Adapun yang sudah diuji pada manusia, namun masih di tahap awal atau fase 1 dan 2, ada 26 vaksin.

“Sedang mereka yang sudah di fase 3 ada 9 vaksin yang sedang kita tunggu hasilnya,” ujar Alexander di acara Dies Natalies 63 Tahun Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Kamis (17/9/2020).

Indonesia berperan dan turut terlibat dalam pengembangan sembilan calon vaksin Covid-19. Ada yang sedang atau akan dilakukan uji klinis di Indonesia, ada juga yang sedang dalam penjajakan kerja sama.

Baca Juga :  Lokasi Kecelakaan Tak Terpantau CCTV, Polisi Akui Kesulitan Mengidentifikasi Penabrak Mobil Hanafi Rais

Berikut ini daftar lengkap calon vaksin Covid-19 yang pengembangannya melibatkan Indonesia:

1. Sinovac Biotech China
Indonesia melalui PT Bio Farma bekerja sama dalam pengembangan vaksin Covid-19 dengan perusahaan Sinovac Biotech dari China. Bio Farma menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran untuk kerja sama riset uji klinis fase 3 vaksin Sinovac sampai dengan Januari 2021.

Bio Farma dengan koalisi pengembangan vaksin CEPI (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations) juga membahas kapasitas produksi dan pendistribusian vaksin.

2. Sinopharm China
Perusahaan farmasi Indonesia, PT Kimia Farma kini menjalin kerja sama dengan Sinopharm, perusahaan vaksin pelat merah Cina, dan Group 42 dalam melakukan uji klinis fase 3 di Uni Emirat Arab. Waktunya sampai Maret 2021.

3. Genexine
Perusahaan farmasi bertaraf internasional yang bermarkas di Indonesia, PT Kalbe Farma, bekerja sama dengan Genexine asal Korea Selatan dalam mengembangkan vaksin Covid-19.

4. CanSino China
PT Kalbe Farma juga menjalin kerja sama dengan perusahaan China, CanSino, untuk melakukan uji klinis vaksin Covid-19 di Amerika Latin, Afrika Selatan, dan Timur Tengah sampai Januari 2022 mendatang.

Baca Juga :  Pollycarpus, Pilot yang Terlibat Pembunuhan Munir Meninggal Dunia Positif Covid-19

5. Infion-Arcturus
Calon vaksin Covid-19 lainnya yang akan melakukan uji klinis di Indonesia adalah vaksin dari perusahaan Infion-Arcturus. Waktunya, fase 1 pada September 2020 dan fase 3 dijadwalkan pada Januari 2021.

6. Pfizer-BioNTech/Fosun Pharma
Potensi calon vaksin ketujuh yang melibatkan Indonesia, dari data Kementerian Kesehatan, yaitu dari Pfizer-BioNTech/Fosun Pharma. Mereka disebut Alexander akan melakukan uji klinis fase 3 sampai April 2021.

7. Imperial College London
Kementerian Kesehatan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Banglitbangkes) bekerja sama dengan Imperial College London mengembangkan calon vaksin Covid-19 yang akan memasuki tahap uji klinis fase 2 sampai September 2020.

8. Vaksin Merah Putih
Vaksin Merah Putih merupakan calon vaksin Covid-19 yang sebagian besar pengembangannya dilakukan sendiri oleh Indonesia. Vaksin ini ditargetkan memasuki tahap uji klinis fase pertama mulai triwulan tiga tahun 2021.

9. Kerja Sama Fakultas Kedokteran Unpad
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Setiawan, menyatakan telah mendapat penawaran kerja sama dari perusahaan vaksin lain yang mau uji klinis fase tiga. Namun Setiawan belum bersedia membeberkan nama perusahaan yang memproduksi vaksin itu karena masih dalam tahap penjajakan kerja sama.

www.tempo.co