JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Inilah Penyebab Gerakan KAMI Dapat Penolakan di Grobogan

Logo KAMI. Tribunnews

GROBOGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sejumlah kalangan aktivis di Kabupaten Grobogan tegas menolak aksi Gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Ketegasan masyarakat Kabupaten Grobogan ini menolak gerakan Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin di wilayah Grobogan.

Penolakan tersebut dilakukan oleh kelompok massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Grobogan Bersatu (AMBG) untuk NKRI. Mereka telah menggelar unjuk rasa KAMI di depan DPRD Grobogan, pada Rabu 9 September 2020.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, mereka sambil membawa poster menolak jika KAMI sampai masuk ke Kabupaten Grobogan. Karena KAMI yang dideklarasikan Din Syamsudin dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo serta tokoh lainnya tersebut, dinilai merongrong pemerintah dan memecah belah bangsa.

Baca Juga :  Beli Honda Vario Harga Rp 3 Juta, Warga Pati Langsung Ditangkap Polisi. Kok Bisa, Begini Kronologinya!

Di dalam poster yang dibawa massa saat menggelar aksi penolakan bertuliskan, “Jangan Jadi Provokator Jenderal, Stop Memecah Belah Bangsa, Demi Kesatuan dan Persatuan Bangsa Indonesia Tolak Gerakan KAMI di Grobogan, serta NKRI Harga Mati.

Baca Juga :  Kenalan Via Facebook, Gadis 14 Tahun Diajak Ketemu di Alun-alun Lalu Disetubuhi Rame-Rame dan Dibunuh. Satu Pelaku Masih Diburu

Peserta aksi juga menganggap gerakan KAMI tidak pas di saat pemerintah Indonesia tengah fokus menangani pandemi Covid-19. Mereka mendukung pemerintah dalam penanganan wabah virus corona dan menolak KAMI di Grobogan.

Aksi demo dari AMGB untuk NKRI dijaga puluhan anggota polisi dari Polres Grobogan. Bahkan polwan dari Polres Grobogan berhadapan langsung dengan peserta aksi. Koordinator aksi David Ulil saat berorasi meminta bertemu dengan pimpinan DPRD Grobogan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua