JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Insiden Viral Ratusan Pelamar Berdesakan Sampai Terinjak-Injak di Pabrik Boneka Masaran Sragen, Dinas Sesalkan Manajemen Tak Koordinasi Dulu

Tangkapan layar sejumlah pelamar terjatuh dan terinjak-injal saat berdesakan mengantri memasukkan lamaran di Pabrik Boneka, Masaran, Sragen, Rabu (23/9/2020). Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sragen menyesalkan insiden kerumunan ratusan pelamar kerja di Pabrik Boneka PT CWI Masaran, Sragen yang berdesakan tanpa protokol kesehatan.

Insiden kerumunan pelamar yang viral di media sosial itu dinilai sebagai bentuk.keteledoran manajemen pabrik dalam mengantisipasi antrian pelamar.

“Ya sangat menyesalkan. Karena sebelumnya tidak memberitahu dan berkoordinasi dengan dinas. Seandainya ada koordinasi, minimal kan bisa dilakukan antisipasi bagaimana mengatur antrian pelamar dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” papar Sekretaris Disnaker Sragen, Afif Aji Putra, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (23/9/2020).

Afif mengatakan sebenanrnya dinas mengapresiasi manajemen pabrik yang masih membuka lowongan di tengah kondisi ekonomi pandemi saat ini.

Hanya saja, mekanisme pembukaan dan penerimaan berkas yang tanpa koordinasi, akhirnya memicu antrian dan kerumunan hingga menjadi sorotan publik.

“Sebelumnya tidak dilaporkan ke Disnaker sehingga kami (Disnaker) juga nggak ngerti kalau ada pembukaan lowongan sampai kerumunan seperti itu,” terangnya.

Afif kemudian menjelaskan begitu mendapat info, pihaknya langsung melacak ke lokasi pabrik di Desa Karangmalang, Masaran itu.

Di lokasi ditemukan ada selebaran penerimaan lamaran dan yang hadir mengantri sekitar 500 orang.

Baca Juga :  Ada Siswa SMP Sidoharjo Positif, Berikut Daftar Lengkap Warga Sragen Positif Covid-19 Sragen Hari Ini. Dari 3 Kecamatan!

Atas kejadian itu, pihaknya segera berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 kabupaten dan konfirmasi ke perusahaan agar dikoordinasikan dengan Satwas Naker.

“Langkah-langkahnya seperti apa ini yang sedang dalam proses. Infonya baru hari ini. Harusnya memang ada protokol kesehatan, mestinya dari perusahaan melakukan itu. Padahal sudah kita infokan ke semua perusahaan harus melaksanakan itu. Tapi kalau massa datang banyak kan tentunya perlu bantuan dari aparat. Kalau dia melapor dari awal, kan bisa disiapkan dengan baik. Semoga saja nggak terjadi apa-apa (covid-19),” tandasnya.

Seperti diberitakan, sebuah video kerumunan pelamar pekerjaan di Pabrik Boneka PT CWI Masaran, Sragen mendadak jadi sorotan dan viral di media sosial, Rabu (23/9/2020).

Dalam video berdurasi 23 detik itu, menggambarkan kerumunan ratusan pelamar pekerjaan yang berdesak-desakan tanpa protokol kesehatan.

Alih -alih jaga jarak, ratusan pelamar laki-laki dan perempuan itu justru saling desak dan berebut duluan. Bahkan saking berjubelnya, dalam video juga terlihat ada yang sampai terinjak-injak oleh pelamar lainnya.

Baca Juga :  Tambah Lagi 3 Warga Positif, Kasus Covid-19 Sragen Hari Ini Jadi 755. Jumlah Pasien Sembuh 603 Orang, Sudah 80 Warga Meninggal Dunia

Video itu kini ramai di media sosial setelah diunggah ke beberapa kanal medsos dan grup-grup facebook. Di antaranya di Info Cegatan Karanganyar dan Info Cegatan Wilayah Sragen (ICWS), Rabu (23/9/2020) pagi.

Di ICWS, video itu diunggah dengan kalimat prolog “Susahnya mencari pekerjaan.. 😓

Antri dari jam 1 dini hari demi untuk mendapatkan pekerjaan.
Lokasi Pabrik Boneka di Masaran Sragen”

Video yang sama juga ramai menjadi perbincangan di Instagram. Rata-rata menyesalkan kerumunan yang terjadi di tengah masa pandemi dan imbauan jaga jarak serta protokol kesehatan.

Seperti akun Pratama Pandu di ICWS yang menulis komentar “Lah covid mengintai wie saknemen”

Kemudian beberapa akun juga berkomentar yang sama. Seperti Affandra Hiroshi yang menulis “Kerumunan maneh kui”.

Sedangkan sebagian komentar menyoroti terbatasnya lapangan pekerjaan sehingga membuat pencari kerja berjubel demi mengejar lowongan yang tak seimbang.

Sementara, pihak manajemen pabrik belum bisa dimintai konfirmasi. Sedangkan penjelasan Camat, bahwa saat ini sudah tidak terjadi kerumunan seperti yang ada di video itu. Wardoyo