JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Jaring Investor Baru, BEI Buka Galeri Investasi di Boyolali

Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka galeri investasi di Boyolali. Istimewa
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka galeri investasi di Boyolali. Pembukaan galeri yang merupakan galeri pertama di Boyolali tersebut untuk menjaring investor baru.

Kepala BEI Jawa Tengah 2, M Wira Adibrata menjelaskan, pembukaan galeri investasi di Boyolali tersebut kerjasama dengan PT Philip Sekuritas dan Fakultas Ekonomi Universitas Boyolali, Senin (28/9/2020). Galeri investasi tersebut merupakan yang ke 16 yang ada di Soloraya dan secara nasional ini merupakan Galeri Investasi BEI ke-479.

“Pendirian galeri ini juga masuk dalam program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Kabupaten Boyolali di bidang pasar modal. Dengan adanya GI BEI ini diharapkan semakin meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Boyolali sehingga mampu memanfaatkan Pasar Modal sebagai sarana investasi yang terencana dengan baik,” urainya.

Sementara itu, berdasarkan data dari BEI, jumlah investor saham di Boyolali per Agustus 2020 mencapai 3.184. Angka tersebut berada di urutan ke 5 di antara Kabupaten/Kota di Solo Raya. Sedangkan dari rata rata transaksi saham bulanan di Kabupaten Boyolali berkisar Rp 85-97 miliar per bulan.

“Dengan adanya galeri investasi ini, diharapkan dapat meningkatkan jumlah investor di Boyolali dan juga nilai transaksi di Pasar Modal. Dengan semakin meratanya informasi dan edukasi tentang pasar modal di Boyolali, kami optimis angka angka diatas akan semakin baik,” tukas Wira.

Di sisi lain, Rektor Universitas Boyolali, Irnawan Darori mengapresiasi Bursa Efek Indonesia dan Philip Sekuritas yang membuka galeri investasi di Universitas Boyolali.

“Galeri investasi ini merupakan sumbangsih Universitas Boyolali secara akademik kepada Pemkab Boyolali. Ini penting untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Boyolali, termasuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang berbagai produk investasi sesuai undang-undang,” pungkasnya. Prihatsari