JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Jumlah Kasus Covid-19 di Blora Bertambah 2, Jumlah Total 370 Kasus

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas) Polres Blora AKP H. Soeparlan. Istimewa

BLORA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blora kembali menginformasikan perkembangan berdasarkan monitoring data Covid-19. Berdasarkan monitoring data perkembangan Covid-19, pada Kamis (17/9/2020) pukul 12.17 WIB, jumlah positif Covid-19 sebanyak 370 kasus atau bertambah dua kasus dari sebelumnya.

Atas kondisi tersebut, seluruh masyarakat di Kabupaten Blora diminta untuk disiplin dalam mengedepankan protokol kesehatan pada semua aktivitas di luar rumah.

Perkembangan Covid-19 kali ini disampaikan dalam konferensi pers oleh Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas) Polres Blora AKP H. Soeparlan, SH mewakili Kapolres Blora AKBP Ferry Irawan, SIK.

Baca Juga :  Tertangkap Hendak Tawuran, Puluhan Remaja di Gemuh Dikukut Polisi. Baju Langsung Dilucuti, Polisi Amankan Senjata Tajam dan Kayu Bermata Paku

“Jumlah pasien yang sembuh 322 orang atau bertambah 1 orang dari sebelumnya. Kemudian, positif dirawat di rumah sakit 5 orang (21,74%). Positif dirawat isolasi mandiri 18 orang (78,26%). Meninggal dunia 25 orang dan pemeriksaan swab sebanyak 2.499 atau belum ada penambahan,” urai AKP H. Soeparlan di posko GTPP Covid-19 Kabupaten Blora, Kamis (17/9/2020).

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Blora terus mengimbau kepada warga untuk menerapkan 3M, memakai masker. Mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir atau hand sanitizer. Menjaga jarak dan menghindari kerumunan.
Monitoring data Covid-19 selengkapnya dapat dilihat melalui website corona.blorakab.go.id

Baca Juga :  Aksi Kamisan di Semarang Sempat Diwarnai Adu Mulut dan Nyaris Dibubarkan

Sementara itu Bambang Setya Kunanto, SE, Kabid Mutasi Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Blora menyampaikan bahwa ujian CPNS sudah selesai dilaksanakan.

“Jadi SKB sudah dilaksanakan, tetapi kami minta untuk bersabar dalam hal ini karena masih ada CPNS yang sampai saat ini masih menjalani ujian SKB yang lokasinya di luar zonasi Solo,” terangnya.

Kepada Aparatur Sipil Negara, diminta patuh protokol kesehatan karena sudah ada Perbup Nomor 55 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Satria Utama