JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Baik, Pendaftaran Bantuan BPUM Untuk UMKM Rp 2,4 Juta Tahap 2 Diperpanjang Sampai 14 September. Pendaftar Sragen Membeludak Sudah Mencapai 22.000 Sampai Hari Ini!

Tugiyono. Foto/Wardoyo
Tugiyono. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jumlah warga pemilik usaha kecil mikro menengah (UMKM) di Sragen yang mengajukan bantuan pemerintah bagi pelaku usaha mikro (BPUM) tahap kedua membeludak di luar perkiraan.

Data terbaru, jumlah warga pemilik UKM dari berbagai usaha yang sudah mendaftar program bantuan Rp 2,4 juta tersebut sudah mencapai 22.000 orang sampai Rabu (2/9/2020) sore.

Padahal, pendaftaran bantuan untuk tahap kedua baru dibuka tanggal 25 Agustus lalu atau baru 9 hari dibuka.

“Sampai sore ini, jumlah pendaftar BPUM yang sudah terdata di kami mencapai 22.000 orang. Luar biasa banyak dibanding tahap pertama,” papar Plt Kepala Dinas Koperasi UMKM Sragen, Tugiyono, Selasa (2/9/2020).

Data itu merupakan data pemohon yang mendaftar lewat link pendataan yang disediakan oleh dinas. Menurutnya, informasi terbaru dari kementerian, pendaftaran BPUM tahap kedua diperpanjang.

Pendaftaran yang sedianya ditutup tanggal 31 Agustus kemarin, diperpanjang hingga 14 September mendatang.

” Harusnya Senin kemarin ditutup. Tapi ada dawuh dari pusat, diundur sampai tanggal 14 September,” terang Tugiyono yang juga Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) itu.

Ia menambahkan, untuk persyaratan izin usaha mikro kecil (IUMK), DPMPTSP sudah berkomitmen untuk memberikan pelayanan secara penuh kepada masyarakat pemilik usaha yang akan mengajukan BPUM.

Meski antrian permohonan membeludak, pelayanan tetap dilakukan sampai semua terselesaikan.

Baca Juga :  Geger Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Persawahan Desa Jurangjero Karangmalang Sragen. Saat Ditemukan Dalam Kondisi Begini!

“Seperti hari terakhir kemarin, 250 antrian sehari kita selesaikan sampai tuntas,” tandasnya.

Terpisah, Kabid Pemberdyaaan Usaha Mikro, Dewi Dwi Hastuti mengatakan untuk pendaftaran bantuan UMKM, dinas sudah menyediakan link khusus untuk pendataan atau pendaftaran secara online di https://bit.ly/PendataanUMKMSragen.

Masyarakat yang memiliki usaha mikro atau kecil bisa memanfaatkan program bantuan pemerintah bagi pelaku UKM (BUPM) itu dan bisa mendaftar lewat link itu.

Mereka yang termasuk pelaku UKM di antaranya petani, pekebun, pedagang, penjual keliling, pedagang di pasar, seniman dan pelaku usaha kecil lainnya.

“Syaratnya adalah punya usaha yang dibuktikan dengan surat Izin UKM (IUKM) yang diterbitkan oleh dinas penanaman modal dan  perizinan terpadu satu pintu (DPMPTSP). Tapi kalau belum punya, bisa menggunakan surat keterangan menyatakan punya usaha kecil yang dibuat oleh desa,” paparnya ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/8/2020) lalu.

Dewi menguraikan selain punya usaha mikro, syarat lain adalah bukan PNS, TNI/Polri atau pegawai BUMD.

Kemudian belum menerima bantuan dari pusat baik dari program JPS (Jaring Pengaman Sosial) maupun JPE (Jaring Pengaman Ekonomi).

Selain itu, tidak sedang mengambil kredit usaha rakyat (KUR) dan saldo maksimal di rekeningnya adalah Rp 2 juta.

Dewi menyampaikan bagi pelaku UKM memenuhi persyaratan, tinggal mengisi form di link layanan online di atas. Nantinya data itu akan langsung dikirim ke kementerian pusat dan proses verifikasi langsung oleh pusat.

Baca Juga :  Curahan Hati Ribuan Pekerja Seni Ngisor Tarub Sragen, Sudah 6 Bulan Puasa Penghasilan. Desak Izin Hajatan Dibuka Lagi, Bupati Minta Waktu 5 Hari untuk Koordinasi Polda

“Jadi masyarakat tidak perlu datang atau bawa berkas ke dinas. Cukup dengan memasukkan data-data seperti identitas, NIK, jenis usaha dan nomor IUKM atau surat keterangan usaha dari desa, ke form yang ada di link layanan kami tersebut. Tidak ada berkas yang dikumpulkan. Nanti yang memverifikasi kelayakannya langsung dari pusat. Kalau lolos, dana akan langsung cair dan ditransfer ke rekening,” jelasnya.

Ia menambahkan kebijakan pendaftaran lewat aplikasi online itu merupakan terobosan yang dibuat oleh dinasnya.

Hal itu berkaca pada pengalaman pendaftaran program serupa di Solo yang diwarnai antrian panjang dan kerumunan warga.

Disinggung soal kuota, Dewi menyampaikan tidak ada kuota khusus per daerah. Namun kuotanya dibuka secara nasional dan kesempatan akan dibuka sepanjang kuota masih tersedia.

“Jadi disik-disikan ndaftarnya. Kalau Sragen ini sudah masuk tahap kedua. Kami buka tanggal 25 Agustus sampai 28 Agustus besok. Untuk tahap pertama lalu kita tutup dengan pendaftar 1.450 orang,” terangnya.

Untuk kuota secara nasional, ia menyampaikan bahwa saat peluncuran program oleh Presiden Jokowi per Senin 24 Agustus kemarin ada 1 juta yang sudah dicairkan.

Kemudian sampai akhir Agustus ini targetnya 4,5 juta penerima.

“Lalu sampai akhir September targetnya 9,1 juta. Selebihnya pada akhir Oktober 2020, diharapkan bisa 12 juta penerima,” tambahnya. Wardoyo