JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Duka, Mubaligh Muda Habib M Asal Sragen Kota Positif Terpapar Covid-19. Awalnya Gejala Batuk, Memburuk Lalu Dirujuk ke RSUD Moewardi Solo, Sumber Penularannya Masih Misteri

Ilustrasi penanganan pasien corona virus di ruang Isolasi. Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Sragen makin intens penyebarannya. Tak hanya menjangkiti warga dan tenaga kesehatan hingga tenaga medis, seorang mubaligh pun juga bisa terkena.

Seperti dialami HM (42), seorang mubaligh muda asal Kecamatan Sragen Kota juga dilaporkan positif terpapar covid-19.

Mubaligh yang dikenal sering diundang pengajian di wilayah kota dan sekitarnya itu bahkan harus dirujuk di RSUD dr Moewardi Solo.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , HM dinyatakan positif dari hasil swab tes yang keluar Jumat (18/9/2020) kemarin. HM positif bersama tiga warga Sragen lainnya yang juga dinyatakan positif pada hari itu.

Dari data yang dirilis Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sragen, HM sebelumnya mempunyai gejala batuk dan badan lemas pada tanggal 11 September 2020 lalu.

Kemudian yang bersangkutan dirawat di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Namun karena kondisinya tak kunjung membaik, HM dirujuk di RSUD dr. Moewardi Solo pada Kamis (17/9/2020) dan hasil swab keluar Jumat (18/9/2020) menunjukkan positif.

“Beliau masih muda dan sering memberi khotbah di masjid. Kalau sebagai mubaligh, kemarin sebelum ada wabah covid-19 juga banyak diundang untuk mengisi pengajian rutin. Kami juga kaget sekaligus sedih dengar beliau terpapar covid-19,” ujar salah satu tetangga HM, KO, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (19/9/2020).

Baca Juga :  Awas, Virus Corona Bisa Ganti Model dan Makin Ganas. Buktinya Sudah Berhasil Sembuh, Pak Sekda Amasrul Kembali Dinyatakan Positif Terpapar Covid-19

Celakanya, hingga kini, belum diketahui sumber penularan covid-19 yang menjangkiti sang mubaligh. Pun dengan tiga pasien positif kemarin juga belum terdeteksi darimana tertular.

Tim DKK dilaporkan masih mengintensifkan pelacakan dan tracing untuk mengetahui kemungkinan penularannya.

“Masih dilakukan tracing oleh tim DKK,” papar Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen, Tatag Prabawanto, Sabtu (19/9/2020).

Data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen, Jumat (18/9/2020) petang mencatat ada tambahan 4 positif baru hari ini menjadi 456 kasus dari 452 kasus positif sehari sebelumnya.

Tatag menguraikan tambahan 4 pasien positif hari ini, tersebar di beberapa kecamatan. Dua di antaranya dari Kecamatan Sragen, satu dari Gemolong dan satunya dari Plupuh.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto menguraikan dari empat pasien positif hari ini, dua pasien dirawat di RSUD dr Moewardi Solo, satu di RS Kasih Ibu Solo dan satunya tanpa gejala alias asimptomatik.

Dengan tambahan 4 kasus positif hari ini, maka jumlah total kasus hari ini menembus angka 456 kasus positif covid-19.

Baca Juga :  Juara All England Praveen/Melati dan 10 Pasangan Ganda Campuran Top Pelatnas Diboyong Berlatih di GOR Billy Beras Sragen. Pelatih Nova Widianto Sebut Untuk Refreshing dan Persiapan Menuju Tour Asia di Thailand

Rinciannya, 134 pasien dirawat, 302 sembuh dan 20 pasien meninggal dunia. Sementara jumlah suspek tercatat sebanyak 238 orang dengan rincian 7 orang dirawat, 196 sembuh dan 36 pasien meninggal dunia.

Di sisi lain, jumlah warga isolasi mandiri hari ini mencapai 51 orang dan 684 orang terlacak kontak erat. Sementara jumlah total warga yang meninggal tercatat mencapai 59 orang.

Rinciannya 36 suspek, 20 positif, 1 ODP asal Jati Sumberlawang, 1 PP balita asal Kedawung dan satu pasien positif sembuh lalu meninggal asal Sribit Sidoharjo.

Tatag yang juga Sekda Sragen itu menambahkan peningkatan kasus positif dari hari ke hari ini menjadi peringatan bagi warga untuk makin waspada dan menaati protokol kesehatan.

“Sekali lagi kami berharap warga makin waspada dan peduli untuk menaati protokol kesehatan. Utamanya pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan. Karena dengan pelonggaran-pelonggaran yang ada dan keabaian masyarakat, kasus covid-19 semakin bertambah. Mari bersama-sama menjaga diri, lingkungan, keluarga, dengan menaati prokes agar wabah ini segera mereda,” tandasnya. Wardoyo