JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Sepekan Petugas Gabungan Jaring 283 Pelanggar Protokol Kesehatan di Solo, Tidak Ada yang Melanggar Lebih Sekali

Ratusan orang terjaring dalam razia masker besar-besaran kedua yang dilaksanakan petugas gabungan Satpol PP, TNI dan Polri, Senin (14/9/2020). Mereka langsung diterjunkan membersihkan anak sungai Pepe, yakni sungai Toklo, di Banjarsari. Foto: Prihatsari
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Petugas gabungan Satpol PP, TNI dan Polri berhasil menjaring 283 pelanggar protokol kesehatan terutama tidak mengenakan masker selama satu pekan terakhir. Ke 238 pelanggar tersebut tercatat telah menjalankan sanksi dengan membersihkan sungai di Kota Solo.

Sekretaris Satpol PP Solo, Didik Anggono mengungkapkan, sejak diberlakukan sanksi tegas, petugas gabungan gencar melakukan razia di berbagai titik di Kota Solo. Selama satu pekan terakhir, razia telah dilaksanakan sebanyak lima kali di titik-titik strategis di Kota Solo.

“Diantaranya di Plaza Manahan, Koridor Balapan, Taman Mojosongo, Simpang Faroka dan lainnya. Dan sudah ada total 283 orang yang terjaring. Mereka tidak mengenakan masker atau membawa masker tapi tidak memakainya dengan benar,” ujarnya, Jumat (18/9/2020).

Baca Juga :  Nekat Buka Pembatas Jalan di Kottabarat Solo, Mbah Sukino Digasak Motor

Didik menambahkan, para pelanggar langsung menerapkan sanksi tegas dengan membersihkan sungai yang telah ditunjuk. Para pelanggar membersihkan sungai menggunakan peralatan yang telah disediakan petugas.

“Sampai saat ini belum ada yang terjaring kedua kalinya. Artinya sanksi sosial ini sudah cukup efektif untuk menegakkan disiplin menggunakan masker saat keluar rumah,” imbuhnya.

Baca Juga :  Didominasi Pasien Suspek, Positif Covid-19 di Solo Tambah 8 Kasus,  Total 981 Orang

Menurut Didik, pihaknya akan terus gencar melakukan razia masker untuk menekan penyebaran covid-19.

“Sampai akhir Bulan ini akan terus masif digelar razia. Tapi mungkin juga akan terus masif selama pandemi COVID-19 masih berlangsung. Operasi yustisi ini sendiri dilakukan berdasarkan Perwali Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Kota Surakarta. Tujuannya untuk menekan laju penularan COVID-19 di Kota Solo,” tukasnya. Prihatsari