JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kebakaran di Ponpes Isy Karima Karanganyar, 3 Mobil Pemadam Dikerahkan. Pemadaman Terkendala Sulitnya Medan

Kondisi kebakaran di kompleks gudang arsip Ponpes Isy Karima Karanganyar. Foto/Beni
Kondisi kebakaran di kompleks gudang arsip Ponpes Isy Karima Karanganyar. Foto/Beni

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemadam kebakaran membutuhkan waktu hampir satu jam untuk memadamkan api yang melahap bangunan gudang arsip Pondok Pesantren Ponpes Isy Karima di Dusun Pakel, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Senin (7/9/2020) siang.

Sebanyak tiga unit mobil pemadam dikerahkan bersama 11 orang tim untuk menjinakkan kobaran api.

Petugas pemadam kebakaran Satpol PP Pemkab Karanganyar, Rony (25) mengatakan pihaknya bergerak cepat selang 10 menit setelah ada laporan masuk ke kantor. Bersama 11 personel yang ada serta 3 unit mobil pemadan berangkat menuju TKP.

“Sebenarnya ruang kebakaran tidak begitu besar tapi karena letak bangunan Ponpes berada di perbukitan sehingga membuat pemadaman agak lama,” ujarnya sesaat setelah rampung memadamkan api.

Baca Juga :  Resmi Dilaunching, Burung Derkuku Jadi Logo Baru Kesebelasan Persika Karanganyar. Bupati Berharap Jadi Momentum Kebangkitan, Siapkan Skuad Masuk ke Liga 3 PSSI

Rony menuturkan berdasar kondisi lokasi serta laporan warga api semula kecil terjadi sejak pukul 12.30 WIB di sekitar dapur. Namun karena sepi penghuni maka tidak ada yang curiga.

Satu jam kemudian api membesar dan asap membumbung membuat warga panik dan berteriak minta tolong sambil mencari pos jaga Ponpes Isy Karima yang berjaga di depan.

“Setelah satu jam api membesar tidak bisa dikuasai lalu tim pemadam merapat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pangdam dan Kapolda Jateng Kompak Ziarah ke Makam Soeharto di Giribangun Karanganyar. Pangdam Sebut Soeharto Orang Yang Berjasa pada RI dan TNI!

Selanjutnya Rony bersama tim lainnya selang satu jam kemudian turun kebawah dan lakukan pemadaman api.

“Untung saja pasokan air dalam tangki juga penuh selalu siaga sehingga tim pun meluncur dengan cepat hanya sekitar 15 menit sudah sampai TKP,” ungkapnya.

Sejurus kemudian warga pun mulai mendekat turut membantu membersihkan puing-puing. Akibat kejadian itu kerugian ditaksir puluhan juta rupiah.

Namun beruntung tidak ada korban jiwa karena sekolah dilakukan online seiring pandemi Covid 19 sehingga relatif aman ketimbang hari masuk biasa konvensional karena jumlah muridnya banyak sehingga berisiko. Beni Indra