JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Kelaparan, Nasi Dalam Magiccom Dibawa Kabur, Begini Akibat Serangan Kera di Giriwoyo Wonogiri, Warga Merasa Kasihan Terjadi Sudah Bertahun-tahun

Terlihat kawanan kera bergerombol di atap toko pinggir jalan Ahmad Yani, Wonogiri.

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Permasalahan klasik terkait serangan monyet atau kera ekor panjang masih saja terjadi di Kabupaten Wonogiri. Kawanan binatang primata itu tidak hanya mengambil tanaman di ladang atau sawah, tapi sudah menyasar rumah penduduk.

Bahkan di Kecamatan Giriwoyo, kera berani masuk rumah. Sebagian malah dengan nekat mengambil nasi di dalam magiccom alias perangkat penanak nasi.

Keruan saja fakta ini sangat meresahkan masyarakat. Namun demikian mereka tidak sampai melakukan aksi penembakan atau membunuh binatang itu. Warga hanya mengusir kawanan kera ketika merekat di pemukiman.

Informasi yang dihimpun, Sabtu (5/9/2020), ulah kera membawa kabur nasi dalam magiccom terjadi di Desa Ngancar. Wilayah tersebut sebagian beruoa perbukitan, dekat dengan perbatasan Pacitan,Jatim.

Baca Juga :  Sedulur Warga PSHT Wonogiri, Ini Lho Perintah Ketua PSHT Cabang Wonogiri Joko Prihanto. Diantaranya Tidak Bergerak ke Solo Tetap di Rumah, Patuh Protokol Kesehatan Termasuk Hindari Kerumunan Massa

Kepala Desa Ngancar Kecamatan Giriwoyo, Tarjo, menerangkan serangan kera sebenarnya sudah berlangsung bertahun-tahun. Terutama ketika kemarau melanda.

Kawanan kera, ujar dia, turun gunung mencari makanan di dekat pemukiman warga.

“Kemungkinan tidak ada makanan lagi di hutan, jadi mereka turun ke pemukiman warga di pinggir dusun yang berbatasan langsung dengan hutan. Kita juga kasihan, ya hanya diusir saja,” ujar dia.

Tak hanya menggasak tanaman, kera tersebut juga mencuri makanan yang ada di dapur. Tak jarang, warga kehilangan nasi yang ditanak di dalam magiccom. Sekali turun, kawanan primata itu turun secara bergerombol jika dihitung setiap kelompok puluhan ekor.

Baca Juga :  Wah Selamat Ya BPR Gajah Mungkur Ngadirojo Wonogiri Sukses Raih Golden Award dari Infobank, Ternyata Penilaiannya Mengacu Pada 5 Kriteria ini

”Tapi bagaimana lagi, wong mereka juga lapar. Mereka itu seperti ngga takut manusia, seperti sudah biasa saja,” kata dia.

Sementara Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Giriwoyo Fuad Wahyu Pratama menambahkan, saat musim kemarau, kerap menerima informasi dari warga di sejumlah wilayah. Ketika musim kemarau dapat dipastikan kawanan kera itu turun gunung dan masuk ke pemukiman warga.

Selain Desa Ngancar kabarnya ada beberapa desa lainnya yang disasar kawanan monyet itu. Misalnya Selomarto dan Bumiharjo. Aria