JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Pantura

Kisah Bocah Spiderman Asal Pekalongan, Piawai Panjat Dinding dan Bergelantungan Tanpa Alat Pengaman

Nafisa Adelia (8), anak tunggal dari pasangan Rosikin (35) dan Rumiati (45) warga Dukuh Slumbu, Desa Tengeng Wetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan saat menunjukan kepiawaiannya memanjat dinding di rumahnya. Istimewa

PEKALONGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Dunia panjat tebing selalu identik dengan tokoh film Spiderman. Namun, di Kabupaten Pekalongan ada kisah sesosok anak kecil yang sangat piawai memanjat dinding tanpa bantuan siapapun dan alat bantu apapun. Ini kisah nyata.

Bukan mitos ataupun dengan cerita fiksi. Di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, ada bocah perempuan yang baru berumur delapan tahun, dengan mudahnya menanjak dinding rumah, hanya dengan tangan kosong. Tidak ada alat bantu maupun pengaman sama sekali.

Bocah hebat itu namanya Nafisa Adelia (8), anak tunggal pasangan Rosikin (35) dan Rumiati (45) warga Dukuh slumbu, Desa Tengeng Wetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.

Bocah yang kini duduk di bangku kelas 2 SD Negeri Tengeng ini, awalnya terlihat sama dengan anak-anak pada umumny. Namun saat beraksi menapaki dinding rumahnya mulai tampak berbeda degan anak seusianya.

Baca Juga :  Cegah Penyakit Menular, Dinperpa Kota Pekalongan Gelar Pemeriksaan dan Pengobatan Massal Hewan Ternak

Kebetulan dinding rumah yang belum selesai dibuat itu, dengan mudah dilalui Adelia dengan cekatan. Adelia langsung mempertunjukan kepiawaian memanjat dinding. Dinding setinggi 3 meter tempat ia tinggal memang belum difinishing atau diaci dengan semen.

Nafisa Adelia (8), anak tunggal dari pasangan Rosikin (35) dan Rumiati (45) warga Dukuh Slumbu, Desa Tengeng Wetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan saat menunjukan kepiawaiannya memanjat dinding di rumahnya. Istimewa

Dalam sekejap Adelia berada sudah berada di atas. Suasana terasa bak ada spiderman yang baru saja memanjat dinding. Bahkan Adelia tak canggung melompat ke kayu kuda-kuda rumah dan bergelantungan tanpa alat pengaman atau alat bantu apapun.

Dengan tenang saat ditanya Adelia mengaku tidak sakit dan takut saat melakukan aksi bak spiderman tersebut.

“Iya pernah dimarahin sama ibu, tapi saya senang kog main panjat naik-naik dinding rumah. Iya saya suka main panjat-panjatan,” kata dia.

Baca Juga :  Sertifikasi Tanah di Kabupaten Pekalongan Capai Target Tahun 2020

Sementara itu, menurut Rumiati (45), ibu Adelia, sedianya dirinya telah melarang Adelia untuk naik-naik dinding, karena membahayakan. Namun saat dilarang, Adelia terus saja nekat bahkan melakukan berulangkali.

Di luar kebiasan Adelia, lanjut dia, memanjat almari, kebiasaan Adelia juga kerap memanjat pohon, kemudian dinding rumah.

“Awalnya saya takut jika anak saya terjatuh. Tapi saat dilarang malah melakukanya.
Anak saya kerap melakukan panjat-panjatan sejak usianya masih berumur dua tahun kerap memanjat almari,” ungkap Rumiati.

“Kalau dinding rumah, baru sebulan ini. Namanya orangtua ya takut dan tetap kuatir. Tapi bagaimana lagi Mas, anak saya berulang kali melakukannya,” imbuh dia. Frieda | Satria