JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Kisah Inspiratif Pelda Widodo Babinsa di Tirtomoyo Wonogiri yang Sukses Berbisnis Bebek Petelur, Jadi Bekal Masuki Masa Pensiun, 2 Anaknya Ikuti Jejak Jadi Anggota TNI

Pelda Widodo menunjukkan telur bebek hasil budidayanya. Dok. Kodim 0728
Pelda Widodo menunjukkan telur bebek hasil budidayanya. Dok. Kodim 0728

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang anggota TNI di Wonogiri menuai sukses dengan berbisnis bebek petelur. Laba bersihnya mencapai puluhan juta perbulan.

Bisnis itu akan dijadikan pengisi aktifitas saat pensiun beberapa waktu lagi. Kesuksesan anggota TNI ini tidak berhenti sampai di situ. Ternyata kedua anaknya juga berhasil meraih cita-cita dengan meneruskan profesi sebagai anggota TNI.

Anggota TNI di Kodim 0728/Wonogiri yang bertugas sebagai Babinsa di Koramil 07/Tirtomoyo, ini mulai sukses dan mampu meraup keuntungan puluhan juta rupiah dalam sebulan. Usahanya yang digeluti saat ini adalah beternak bebek petelur di pekarangan rumahnya di Lingkungan Joho Lor RT 2 RW 4, Kelurahan Giriwono, Kecamatan Wonogiri.

Awalnya dia dulu beternak sapi hingga mencapai delapan ekor. Lantaran lahan pekarangan rumah masih luas, dia melebarkan sayap dengan beternak ayam kampung jawa super. Tapi usahanya ini tidak beruntung alias bangkrut.

Namun, keterpurukan itu ternyata tidak menyurutkan semangatnya. Justru akirnya membawa hikmah dirinya untuk bangkit sampai sukses seperti saat ini.

Pelda Widodo memungut telur bebek di kandangnya. Dok. Kodim 0728

“Saya bertemu salah seorang pagawai dari Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Wonogiri. Setelah saya ceritakan pengalaman di bidang peterkanan yang belum beruntung, saya diarahkan untuk beternak bebek petelur, beginilah sampai sekarang ini,” ungkap Babinsa Koramil 07/Tirtomoyo Kodim 0728/Wonogiri, Pelda Widodo kepada wartawan, Minggu (13/9/2020).

Baca Juga :  12 Warga Kecamatan Karangtengah Wonogiri Terjaring Razia Masker, Akhirnya Hal ini yang Dilakukan Tim Gabungan

Setelah mendapat pencerahan itu dia dan istrinya Tutik Sri Lestari saya langsung mulai belajar beternak bebek petelur. Awalnya hanya sekitar 100 ekor, lalu bertambah menjadi 300 bertahap hingga 500. Saat ini bahkan di kandangnya sudah ada 700 ekor bebek.

“Sebenarnya lahan saya masih luas, tapi saya tidak berani mengisi lebih. Karena kebetulan kandang kami dekat dengan pemukiman. Karena lingkungan saya ini terbilang berada di tengah kota Wonogiri,” terang dia.

Tiap hari, 700 ekor bebek peliharaannya mampu mengahasilkan telur sebanyak 550 butir. Setiap butir telur bebek mentah dia jual dengan harga Rp 1.800 perbutir untuk telur asin Rp 2.300 perbutirnya. Jika ditotal, penghasilan bersih dari beternak bebek petelur itu sekitar Rp 10 jutaan perbulan.

“Setiap harinya sudah ada pedagang yang mengambil ke sini. Malah saat ini kami kewalahan meladeni kebutuhan pasar,” ujar dia.

Lebih lanjut Pelda Widodo mengatakan, untuk memberi makan 700 ekor bebek itu dia merogoh kocek setiap hari sekitar Rp 450 ribu. Anggaran itu termasuk untuk biaya membeli pakan campuran seperti bekatul poles, nasi aking dan pakan jadi atau konsentrat.

Baca Juga :  Sudah Bolehkah Menggelar Hajatan di Wonogiri Saat Pandemi ini? Begini Lur Jawaban Plt Bupati Edy Santosa

Dia mengaku untuk kesediaan pakan ternaknya sudah ada yang menyuplai dan tak pernah kesulitan dalam mendapatkannya. Untuk bekatul poles didatangkan dari Sragen, untuk pakan konsentrat didatangkan dari Ponorogo dan nasi aking dia dari Tulungagung, Jatim.

“Untuk persediaan sudah ada stok, telepon langsung diantar,” kata dia.

Kesuksesannya di bidang ternak bebek petelur ini menjadi penyemangat rekan-rekan sejawatnya. Terbukti kini banyak tentara yang sudah purna tugas belajar bisnis bebek petelur di rumahnya.

“Bisnis ini juga menjadi bekal saya ketika sudah purna tugas. November tahun ini kan saya sudah MPP (masa persiapan pensiun),” tandas dia.

Dia mengaku sangat bersyukur, lantaran diberi amanah rejeki lancar. Tidak hanya soal bisnis bebek. Namun juga dari para putranya.

Kedua anaknya berhasil menjadi anggota TNI. Anak yang pertama Arief Widiantoro berpangkat Pratu berdinas di Denpom II Palembang, kemudian anak kedua Galih Dwi Wibowo berpangkat Prada dan dinas di Zipur 9 Kostrad Bandung. Aria