JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Laju Pertambahan Kasus Covid-19 di Solo Belum Tunjukkan Tanda Berhenti, Total 564 Kasus

Ilustrasi virus corona. Pixabay
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Laju pertambahan kasus baru covid-19 di Solo belum menunjukkan tanda-tanda pengereman. Bahkan penambahan kasus masih berada di posisi dua digit beberapa pekan terakhir.

Seperti pertambahan kasus baru covid-19 dua hari terakhir berada di angka 10. Penambahan kali ini didominasi dari hasil swab mandiri yang dilakukan oleh masyarakat. Selain itu ada pula pasien suspek yang naik kelas.

Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengatakan dari data yang masuk pada Rabu (16/9/2020) dan Kamis (16/9/2020) penambahan jumlah pasien Covid-19 berasal dari dua faktor tersebut.

“Rabu kemarin tambah delapan, enam diantaranya diketahui dari hasil swab mandiri. Sedangkan yang dua orang lainnya pasien suspek naik kelas. Kamis ini juga begitu, tambah dua, satu dari swab mandiri dan satu suspek naik kelas,” ujarnya, Jumat (18/9/2020).

Baca Juga :  Blusukan Online di 'Kampung Halaman', Gibran Rakabuming Langsung Disodori Keluhan Jalan Rusak

Begitu menemukan kasus baru, Tim gugus tugas covid-19 langsung melakukan tracing kontak erat dan dekat pasien terkait.

“Yang membuat khawatir kalau ekornya banyak, karena bisa memunculkan kluster lintas keluarga dan wilayah seperti kasus Gilingan kemarin. Makanya begitu tahu positif langsung secepatnya ditracing dan swab biar bisa langsung isolasi agar tidak menyebar kemana-mana lagi,” imbuhnya.

Namun demikian, pertambahan juga terjadi pada pasien sembuh. Hal itu secara otomatis membuat jumlah kasus aktif menurun.

Baca Juga :  Kaget Ada Rambu Perbaikan Jalan, Pemotor Terpeleset dan Terjatuh ke Kolong Truk Hingga Akhirnya Tewas Terlindas Roda

“Kemarin yang sembuh banyak, 17 orang. Hari ini sembilan orang. Lumayan mengurangi kasus aktif yang sekarang masih 109 orang,” tukasnya.

Sementara itu, berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, jumlah kumulatif kasus tercatat sebanyak 564 orang. Perinciannya, 77 orang isolasi mandiri, 32 orang rawat inap, 431 orang sembuh, dan 24 meninggal dunia.

Sedangkan untuk pasien suspek mencapai 1.154 orang. Dengan rincian 22 orang dirawat, satu isolasi mandiri, 1.076 discard dan 55 orang meninggal dunia. Prihatsari