JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Meledak Tambah 51 Kasus, Sragen Positif Masuk Zona Merah Covid-19. Bupati Wacanakan Kaji Ulang Sejumlah Pelonggaran!

Grafik sebaran covid-19 Sragen, Jumat (4/9/2020) yang mulai merata di 20 kecamatan setelah adanya ledakan 51 kasus positif baru. Foto/Wardoyo
Grafik sebaran covid-19 Sragen, Jumat (4/9/2020) yang mulai merata di 20 kecamatan setelah adanya ledakan 51 kasus positif baru. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Lonjakan tajam 51 kasus positif covid-19 hari ini, berdampak buruk pada status Kabupaten Sragen.

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan dengan lonjakan fantastis itu, sudah pasti Sragen akan masuk dalam zona merah covid-19.

“Dampaknya jelas status Sragen akan berubah. Kita sudah berubah menjadi zona merah ini. Secara parameter kita cek dalam satu pekan ini Sragen sudah pasti masuk zona merah,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , di KPU Jumat (4/9/2020).

Selain itu, lonjakan kasus yang kini total sudah menembus angka 292 itu juga memaksa Pemkab harus mengevaluasi beberapa kebijakan pelonggaran.

Bupati Yuni menyampaikan salah satunya yang akan dikajiulang adalah soal pelonggaran hajatan. Kemudian, kegiatan belajar tatap muka yang sudah disimulasikan di 63 sekolah, dimungkinkan harus dievaluasi kembali demi keselamatan anak-anak.

“Dampak dari kita berarti kita harus menunda tatap muka sekolah. Karena saat ini kita sudah membuka 63 sekolah, karena ada peningkatan saya minta untuk dievaluasi dan nanti minggu depan kita mulai lagi pembelajaran daring,” terangnya.

Yuni mengaku sebenarnya Pemkab sudah berupaya maksimal dalam melakukan penanganan dan pencegahan covid-19 di Sragen.

Menurutnya, Pemkab sudah konsisten dan komit dalam menjaga serta menerapkan protokol kesehatan. Hanya saja, jika masyarakat ternyata masih abai, hal itu yang kemudian memicu meningkatnya angka kasus covid-19 akhir-akhir ini.

Baca Juga :  Berikut Daftar 24 Warga Sragen Yang Positif Terpapar Covid-19 Hari Ini. Paling Banyak dari Gemolong, Ngrampal, Tanon dan Kalijambe!

“Masyarakat masih abai,” terangnya.

Seperti diketahui, kasus corona virus atau covid-19 Sragen meledak dahsyat hari ini, Jumat (4/9/2020). Sebanyak 51 warga di Bumi Sukowati dinyatakan positif terpapar covid-19 sehingga melambungkan angka total kasus mendekati angka 300 kasus.

Tambahan itu sekaligus memecahkan rekor tambahan tertinggi sepanjang perjalanan kasus covid-19 di Sragen.

Fakta itu terungkap dari data yang dilansir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen, Jumat (4/9/2020) petang. Berdasarkan data yang dirilis tim gugus tugas, angka kasus covid-19 hari ini meroket ke angka 292 kasus.

“Ada tambahan 51 kasus positif hari ini. Junlah total kasus menjadi 292 kasus,” papar Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19, Tatag Prabawanto, Jumat (4/9/2020).

Tambahan positif covid-19 itu berasal dari 10 kecamatan. Masing-masing Kecamatan Kalijambe, Plupuh, Masaran, Gondang, Tangen, Sumberlawang, Karangmalang, Sambungmacan, Sidoharjo dan Ngrampal.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati membenarkan tambahan 51 kasus tersebut. Ia mengatakan terjadi outbreak pada kasus covid-19 hari ini di Sragen.

Menurutnya, mayoritas tambahan kasus hari ini adalah transmisi lokal. Namun ada pula sebagian dari tenaga medis di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

“Sebagian besar transmisi lokal. Tapi ada beberapa nakes. Karena nakes di RSUD Soehadi Prijonegoro itu 400. Kalau sehari diseab 100 saja kan mesti ada yang positif,” paparnya ditemui di sela pendaftaran paslon di KPU, Jumat (4/9/2020).

Baca Juga :  Indonesia Dinilai Tak Aman karena Pandemi Covid-19, Timnas U-16 Pilih Jalani Pemusatan Latihan di Luar Negeri

Bupati yang akrab disapa Mbak Yuni itu mengaku cukup kaget dengan lonjakan cukup banyak hari ini. Sehingga konsekuensinya, Pemkab dan DKK harus mempersiapkan tempat isolasi untuk mereka.

“Tetap harus kita lakukan isolasi di fasilitas kesehatan milik pemerintah.  Kecuali yang di rumahnya sendiri memenuhi kriteria untuk bisa diisolasi mandiri di rumah masing masing dengan kiteria yang ketat. Kemarin yang isolasi mandiri di rumah adalah tenaga kesehatan kita yang positif. Kalau tenaga kesehatan mereka lebih tahu soal protokol dan sebagainya,” jelasnya.

Bupati Yuni mengatakan kemungkinan mereka akan diisolasi di Technopark, atau di beberapa lokasi alternatif seperti di BLK maupun Yappenas yang sebelumnya sudah disiapkan untuk mengantisipasi terjadi outbreak.

Dengan tambahan 51 kasus hari ini, maka total kasus positif covid-19 hari ini mencapai 292 kasus. Rinciannya 116 dirawat dengan 97 asimptomatik dan 19 simptomatik, 158 sembuh dan 18 meninggal dunia.

Sementara untuk suspek ada 215 orang dengan 12 dirawat, 169 sembuh dan 34 meninggal dunia. Selain itu ada 75 warga diisolasi mandiri dan 567 warga terlacak kontak erat dengan pasien positif. Wardoyo