JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Mencekam, Penyerangan Berdarah Warnai Perayaan HUT RI di Pekalongan, Puluhan Orang dan Anak-anak Jadi Korban Diserang Rombongan Ormas, Polisi 22 Anggota Ormas 11 Ditetapkan Tersangka

Kapolres memimpin konferensi pers. Foto/Hunas Polda
Kapolres memimpin konferensi pers. Foto/Hunas Polda

PEKALONGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Perayaan penutupan rangkaian HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 yang digelar warga Kramatsari Kota Pekalongan pada Sabtu (29/8/2020) malam, terjadi insiden memilukan.

Puluhan orang dari simpatisan ormas, tiba-tiba mengamuk dan membubarkan paksa kegiatan tersebut. Para pelaku menggunakan potongan bambu untuk membubarkan acara dan kerumunan massa yang ada dilokasi.

Ironisnya, dalam kegiatan tersebut terdapat anak-anak dan wanita warga setempat.

Kapolres Pekalongan Kota Polda Jateng, AKBP Egy Andrian Suez yang didampingi Dandim Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan dan Danyon B Pelopor Sat Brimob Polda Jateng Kompol Heri Murwanto menjelaskan, dari hasil penyidikan, massa penyerang atau tersangka mengaku terganggu dengan kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Tertangkap Hendak Tawuran, Puluhan Remaja di Gemuh Dikukut Polisi. Baju Langsung Dilucuti, Polisi Amankan Senjata Tajam dan Kayu Bermata Paku

Kapolres Pekalongan Kota Polda Jateng AKBP Egy Andrian Suez menambahkan, dalam waktu kurang dari 24 jam, para pelaku berhasil diamankan.

“Sebanyak 22 orang yang berhasil dibekuk, 11 diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun tidak menutup kemungkinan bertambahnya status saksi menjadi tersangka,” papar Kapolres dilansir Tribratanews.

Dijelaskan Kapolres Pekalongan Kota Polda Jateng AKBP Egy Andrian Suez, dalam kejadian tersebut telah menyebabkan puluhan korban luka-luka.

Baca Juga :  Kekeringan Melanda Grobogan, 80 Desa Alami Kekurangan Air Bersih, Bantuan 1.431.000 liter Air Bersih Telah Disalurkan

Sementara, para tersangka yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, akan dijerat dengan pasal 170 subsider 335 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan.

Sebagai penutup, Kapolres Pekalongan Kota Polda Jateng AKBP Egy Andrian Suez menegaskan tidak akan memberi ruang kepada ormas atau kelompok yang bertindak anarkis dan intoleran diwilayah hukum Polres Pekalongan Kota Polda Jateng. Edward