JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

PMI DIY Distribusikan Logistik Penanganan Covid-19

Dok PMI DIY

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebagai bentuk perhatian pada masyarakat selama pandemi Covid-19, Palang Merah Indonesia (PMI) DIY mendistribusikan logistik penanganan Covid-19.

Logistik penanganan Covid-19 tersebut berupa 100 hazmat, 1.000 masker medis, 50 unit faceshield, 1.500 sarung tangan latex, 2.000 cover shoes, 300 pcs disinfektan wipol dan 500 butir vitamin.

Distribusi dilakukan di Markas PMI DIY, Gamping, Sleman (7/9/2020). Logistik penanganan Covid-19 antara lain didistribusikan untuk 78 PMI tingkat kecamatan.

“PMI di DIY menerima 936 pcs disinfektan wipol,” ujar Ketua PMI DIY, GBPBH H Prabukusumo sebagaimana dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Sementara itu, lima Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten/Kota di DIY menerima 15 hazmat, masker kain sejumlah 60 pcs, face shield 15 unit dan disinfektan wipol 480 pcs.

Logistik penanganan Covid-19 juga dibagikan kepada Kwarda Pramuka DIY. Bantuan berupa lima hazmat, 15 masker kain, lima face shield dan 240 pcs disinfektan wipol.

Baca Juga :  Ngaku Sebagai Polisi, Bawor Rampas Uang dan HP Korban dengan Mudah, Tapi Akhirnya Meringkuk di Jeruji Besi

Bantuan juga didistribusikan kepada mitra kerja PMI DIY, Gerakan Pemuda Anshor melalui Barisan Serbaguna. Bantuan yang diberikan berupa hazmat 5 pcs, 15 masker kain, 5 face shiled, dan 240 disinfektan wipol.

GBPH Prabukusimo melihat, geliat pariwisata di DIY mulai terasa. Di mana-mana sudah ramai orang berwisata, berdesak-desakan, dan bahkan mengabaikan protokol kesehatan.

Satu-satunya cara mengendalikan, menurut Prabukusumo, adalah dengan penyemprotan disinfektan, selain tentu dengan penggunaan masker.

“Kunci sebenarnya adas di tangan ibu-ibu. Bagaimana mereka mendisiplinkan anggota keluarganya untuk memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” ujarnya.

PMI sebagai ujung tombak penanggulangan Covid-19, menurut Gusti Prabu tidak bisa bekerja sendiri. Selama lebih kurang enam bulan penanganan Covid-19, PMI telah menggandeng berbagai unsur, di antaranya Kwarda Pramuka, Gerakan Pemuda Anshor, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten/Kota di DIY.

“Bulan September kebetulan bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke-75, PMI tetap memegang komitmen melayani masyarakat,” beber Gusti Prabu.

Baca Juga :  Kasus Positif Covid-19 Masih Cenderung Naik, Luhut Klaim Penanganan Terkendali

Gusti Prabu menjelaskan, sejak Maret 2020 sampai dengan 5 September 2020, PMI DIY telah melakukan penyemprotan di 2.078 titik dengan penerima manfaat sejumlah 615.714 orang penerima manfaat.

Promosi kesehatan telah menjangkau 320 titik dengan penerima manfaat sekitar 41.291 orang. Sementara pelayanan ambulans baik emergency maupun non emergency, maupun pemakaman tetap dilakukan untuk melayani masyarakat.

Salah satu PMI Kabupaten yang melayani pemakaman lebih dari seratus kali baik Covid-19 maupun non Covid-19 adalah PMI Kabupaten Gunungkidul.

Sementara itu, Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Andayani Budi Lestari mengapresiasi kinerja (PMI DIY) dalam penanganan dampak bencana Pandemi Covid-19 di DIY.

“Perlindungan terhadap relawan sangat penting. Saya mengapresiasi mereka yang berani mengabdi di PMI melakukan kerja kemanusiaan melayani masyarakat. Protokol kesehatan harus diutamakan untuk mencegah penularan Covid-19,” tutur Anik, sapaan akrab Andayani saat memberikan sambutannya. suhamdani