JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kabar Baik, Peminjam Yang Benar-Benar Kolap di BPR Bank Daerah Karanganyar Dibebaskan Bunga dan Denda. Total ada 250 Debitur, Simak Penjelasannya Berikut!

Foto/Beni
Haryono. Foto/Beni

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – PT BPR Bank Daerah (Perseroda) Kabupaten Karanganyar memberikan paket restrukturisasi utang secara ekstrem bagi debitur yang benar-benar kolaps di tengah pandemi Covid 19 ini dibebaskan membayar bunga dan denda. Melainkan debitur hanya diminta membayar sisa pokoknya saja.

Direktur Utama PT BPR Bank Daerah (Perseroda), Haryono mengatakan paket ekstrim atau ambyar tersebut khusus diberikan kepada debitur yang benar-benar kolap berdasarkan survei memang sudah tidak mampu bayar.

“Paket ini diberikan khusus bagi debitur yang benar-benar susah tak mampu lagi menbayar maka dibebaskan bunga dan denda sehingga debitur hanya disuruh membayar sisa pokoknya saja,” ujarnya.

Haryono menegaskan khusus selama pandemi Covid -19 ini pihaknya memberikan kelonggaran restrukturisasi utang ibarat paket ekstrim kepada 250 debitur. Sistemnya dengan out standing kredit sebesar Rp 32 miliar atau 10% dari total kredit sebesar Rp 376 miliar.

Baca Juga :  Tilang Cewek ABG Anggota Perguruan Silat Yang Gleyer-gleyer Pakai Mobil Mewah, Polisi Karanganyar Kaget Saat Geledah Mobil. Ternyata di Dalamnya Ada 3 Cewek dan 2 Cowok Usia SMA

Adapun paket restrukturisasi utang yang diberikan boleh dikata cukup ekstrim hingga ibaratnya paket ambyar.

Yakni bagi debitur yang disurvei masih kuat membayar diberikan kelonggaran membayar pokoknya saja dan menunda bunga serta denda selama 6 bulan.

Selanjutnya setelah 6 bulan diseleksi apakah debitur tersebut masih mampu membayar maka diberikan lagi kelonggaran 3 bulan.

Namun jika hasil seleksi dan survai diketahui ternyata debitur benar-benar tidak mampu barulah diberikan toleransi hanya membayar sisa pokoknya saja dan bebas bunga serta denda.

Baca Juga :  Makin Ganas, Virus Covid-19 Renggut Nyawa Warga Perum Ngringo Karanganyar. Bapak 56 Tahun Meninggal Positif, Anak dan Keluarga Besarnya Diswab Sampai 3 Kali

“Alasan mendasar toleransi restrukturisasi utang adalah kemanusiaan karena PT BPR Bank Daerah tidak menempatkan diri sebagai kapitalis namun jasa keuangan dengan konsep membantu dan sama-sama berjalan,” serunya.

Dengan demikian polarisme pelayanan yang diterapkan oleh PT BPR Bank Daerah (Perseroda) Kabupaten Karanganyar berbeda dengan lainnya.

“Kami berikan sentuhan capasity building yakni bukan semata-mata memberikan kredit finansial atau modal uang akan tetapi juga modal intelektual,” tukasnya.

Dengan program tersebut akhirnya mengantarkan PT BPR Bank Daerah Karanganyar penghargaan dari BUMD Award sebagai Bank terbaik tingkat nasional. Beni Indra