JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Silaturahmi Kebhinekaan di Solo, Kapolda Jateng Tekankan Bersatu Lawan Corona dan Intoleransi

silaturahmi Kebhinekaan dan doa bersama di Benteng Vastenburg, Solo, Senin (7/9/20). Foto: JSneews/Prabowo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi menekankan pentingnya masyarakat bersatu untuk melawan pandemi Covid-19 dan intoleransi. Hal itu disampaikan kapolda dalam silaturahmi Kebhinekaan dan doa bersama di Benteng Vastenburg, Solo, Senin (7/9/20).

Luthfi memaparkan, pandemi ini tidak hanya menjadi masalah dunia maupun nasional. Namun persebarannya sudah hingga tingkat daerah.

“Kita boleh kalah dengan keterpurukan ini. Roda perekonomian harus bangkit ditengah pandemi ini,” kata Kapolda.

Dalam silaturahmi itu, ulama Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Kapolresta Surakarta, Danrem 074/Warastrama, para Komandan Kodim dan Kapolres se-Solo Raya.

TNI-Polri, lanjut Kapolda, merupakan garda terdepan dalam pelaksanaan Inpres No. 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan Dan Pengendalian Virus Covid 19.

Baca Juga :  Turunan Sumpah Pemuda Mojosongo Solo Jadi Jalur Maut, Begini Imbauan Kasatlantas Agar Kejadian Tak Terulang

“Itu hanya aturan, tidak ada manfaatnya kalau tidak ada bantuan dari masyarkat semuanya. Kita harus bersatu untuk memerangi Covid-19, masyarakat kita tidak boleh kalah dari pandemi yang berimplikasi pada masalah ekonomi yang nantinya akan berujung pada gangguan kamtibmas,” paparnya.

Selain mendoakan agar corona segera berakhir, agenda silaturahmi ini juga untuk menjalin persatuan dan kesatuan antar umat beragama. Termasuk bersatu melawan intoleransi. Menurut Ahmad Luthfi, jika intoleransi terus dibiarkan, bisa memecah NKRI, hingga meningkat menjadi radikalisme dan terorisme.

“Ideologi kita bisa diubah. Demokrasi menjamin kebebasan, namun kebebasan menjamin hak orang lain. Jangan ada yang merasa paling benar sendiri dan yang lain disalahkan, merasa paling agamis, dan paling pancasilais sendiri. Semua yang merasa paling benar dan memaksakan kebenaran itu biasanya yang tidak benar,” tegas mantan Kapolresta Surakarta tersebut.

Baca Juga :  Semakin Marak, Kapolresta Solo Tegaskan Aksi Balap Lari Liar Dilarang

Sementara Ganjar Pranowo dalam sambutannya mejelaskan, pondasi kebhinekaan didasari dari keinginan diri sendiri untuk bersatu, gotong royong, dan menjaga persatuan.

“Kita jangan lukai, sakiti teman kita. Pandemi belum selesai, jadi rajin gunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Bangkitnya ya kita harus saling tolong menolong,” ujar dia.

Sebelum kegiatan doa bersama itu digelar, para peserta yang berjumlah sekitar 350 orang menjalani rapid test.

Rapid test dibagi dua lokasi berbeda yakni di Rumah Dinas Wali Kota Surakarta Loji Gandrung dan halaman Balai Kota Surakarta. Prabowo