JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sragen Berduka, 40 Tenaga Medis RSUD Dinyatakan Positif Terpapar Covid-19 Hari Ini. Kasus Langsung Meroket Tembus 332, Sudah 55 Warga Meninggal

Ilustrasi Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memantau penanganan terhadap pasien PDP Corona Virus dalam simulasi di RSUD Sragen, Kamis (12/3/2020). Foto/Wardoyo
Ilustrasi Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memantau penanganan terhadap pasien PDP Corona Virus dalam simulasi di RSUD Sragen, Kamis (12/3/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Sragen terus meroket. Hari ini, kabar duka datang dari RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen setelah 40 tenaga medis atau tenaga kesehatan (Nakes) di rumah sakit itu dinyatakan positif terpapar covid-19.

Fakta itu terungkap dari data terbaru yang dilansir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen, Sabtu (5/9/2020) petang. Dari data yang dilansir gugus tugas, hari ini ada penambahan 40 kasus baru yang semuanya berasal dari nakes RSUD Sragen.

“Iya, hari ini kami dapat laporan ada 40 nakes di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen yang positif,” papar Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (5/9/2020).

Bupati mengatakan ledakan kasus covid-19 di kalangan nakes RSUD itu memang cukup mengejutkan. Namun ia menyampaikan lonjakan kasus cukup signifikan itu juga imbas dari tes swab yang hampir tiap hari dilakukan terhadap pegawai dan nakes di rumah sakit milik Pemkab Sragen itu.

Baca Juga :  COVID-19 Sukoharjo, Terkini Pasien Meninggal Tambah 4 Menjadi 28 Orang, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif Bertambah 12 di Angka 578

Ia menyebut ada 400 orang pegawai dan nakes di sana. Dengan tiap hari ada sekitar 100 orang yang diswab, otomatis risikonya akan ada yang positif.

“Karena jumlah pegawai di sana 400an. Kalau anda dites kan risikonya pasti ada yang positif. Kalau perhari saja ada 100 orang diswab secara bertahap, hitung saja sendiri pasti akan bertambah terus dan terus. Dan itu belum akan berhenti karena belum semua dites,” terangnya.

Bupati menyampaikan lonjakan kasus covid-19 di Sragen saat ini juga tak lepas dari rajinnya kegiatan swab test yang dilakukan. Hal itu sesuai instruksi presiden agar dilakukan swab test perhari.

Terkait ledakan kasus pada nakes RSUD, menurutnya yang perlu dilakukan saat ini adalah bagaimana perawatan mereka.

“Apakah kita akan rawat di tecnopark atau para nakes karena sudah punya pengetahuan di atas masyarakat, bisa diisolasi di rumah masing-masing. Ini masih akan kita lihat kapasitas di Technopark dan rumah sakit apakah bisa menampung untuk dilakukan isolasi mandiri,” ujarnya.

Baca Juga :  Catat, Mulai 26 September Wabup Sragen Bakal Naik Jadi Plt Bupati. Bupati Yuni Bakal Tinggalkan Rumah Dinas Mulai Jumat Malam dan Kembali ke Dayu Park

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto menyampaikan kapasitas isolasi mandiri di Technopark Sragen masih memadai.

Pihaknya memastikan 40 nakes positif itu akan dirawat di Technopark. Menurutnya kondisi para nakes dalam keadaan baik tanpa gejala klinis alias asimptomatik.

Di sisi lain, dengan tambahan 40 positif hari ini, maka total kasus positif mencapai 332 kasus. Rinciannya 150 pasien dirawat, 164 sembuh dan 18 meninggal dunia.

Kemudian ada 215 suspek covid-19, dirawat 12 orang, 169 sembuh dan 34 meninggal dunia. Hingga hari ini juga ada 77 warga diisolasi mandiri dan 567 orang terlacak kontak erat dengan pasien positif.

Sementara secara keseluruhan, hingga hari ini sudah 55 warga meninggal terkait covid-19. Rinciannya 18 warga positif, 34 suspek, satu pasien positif sembuh lalu meninggal, satu ODP asal Jati Sumberlawang, dan satu PP balita asal Kedawung. Wardoyo