JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Viral Seorang Bocah Usia 8 Tahun Ditinggal di Pinggir Jalan dan Hanya Ditinggali Sepucuk Surat. Terungkap Orangtua Malu Karena Si Anak Sering Mencuri

Bocah laki-laki yang viral setelah ditelantarkan dengan hanya ditinggali sepucuk surat. Foto: Twitter
madu borneo
madu borneo
madu borneo

RIAU, JOGLOSEMARNEWS.COM Kabar tentang seorang anak laki-laki yang ditelantarkan orangtuanya sendiri dengan hanya ditinggali sepucuk surat menjadi viral di media sosial. Peristiwa itu disebut terjadi di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Kabar tersebut pertama diketahui melalui unggahan foto di media sosial Twitter. Dua buah foto masing-masing menunjukkan seorang anak mengenakan jaket sweater merah dengan wajah murung dan luka pada bagian pipi kiri, serta secarik surat yang ditulis tangan berisi pesan yang diduga dari orangtua bocah tersebut.

Dalam surat tersebut tertuang alasan bocah itu ditelantarkan orangtuanya karena si anak yang dianggap selalu membuat masalah setiap hari. Orangtua anak itu mengaku tidak sanggup melihat si anak menderita sehingga memutuskan untuk meninggalkannya di pinggir jalan.

Mengutip Tribunnews yang melakukan penelusuran, Kapolsek Pangkalan Kuras, Kompol Ahmad, melalui Kanit Reskrim Ipda Esafati Daeli membenarkan kabar viral tersebut. Ia mengungkapkan peristiwa itu terjadi di Desa Dundangan, Kecamatan Pangkalan Kuras, Riau.

Baca Juga :  Kunjungan Kontroversial Prabowo ke AS, Disebut Bahas Jet Tempur dan Laut Cina Selatan

Bocah laki-laki malang itu telah diamankan petugas di Polsek Pangkalan Kuras dan mendapat penanganan terkait kekerasan yang dialaminya. “Korban sudah kita amankan di kantor dan sekarang sedang kita tangani perkaranya, setelah dapat informasi dari Medsos,” ungkap Esafati Daeli kepada Tribun Pekanbaru, Selasa (28/9/2020).

Kanit Esafati menambahkan, pihak kepolisian telah menelusuri riwayat keluarga bocah tersebut dan menemukan keberadaan orangtuanya di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Riau.

Kedua orangtua anak laki-laki itu juga telah dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kondisi anaknya yang diduga disiksa dan ditelantarkan di pinggir jalan. Dari hasil pemeriksaan, diketahui jika bocah laki-laki itu baru berusia 8 tahun. Ia mendapat perlakuan kekerasan dari orangtuanya.

Sering Mencuri

Menurut pengakuan orangtua bocah tersebut, anak mereka sangat bandel dan sering mencuri meskipun sudah dinasehati. Bahkan sasaran pencuriannya adalah rumah tetangga mereka di komplek perumahan perusahaan.

Baca Juga :  Pemerintah Sosialisasi dan Minta Masukan Soal UU Cipta Kerja ke MUI dan NU

Perilaku anak mereka itulah yang membuat orangtuanya merasa malu sehingga akhirnya nekat melakukan tindak kekerasan dan kemudian menelantarkan anak mereka. “Infonya kaki korban kukunya dicabut pakai tang. Kemudian kepalanya dipukul juga. Ini yang akan kita dalami lagi,” tandas Esafati.

Dalam menangani kasus ini, pihak kepolisian telah bekerja sama dengan komisi perlindungan anak, aparat pemerintahan setempat, serta instansi terkait. Hal tersebut dilakukan mengingat kasus yang melibatkan anak di bawah umur harus ditangani secara hati-hati.

Pihak Polsek juga tengah mengupayakan jalur kekeluargaan untuk menuntaskan perkara tersebut, mengingat ayah bocah tersebut yang merupakan tulang punggung keluarga yang harus menafkahi istri dan enam anaknya. Diketahui jika anak laki-laki yang ditelantarkan tersebut merupakan anak keempat dari enam bersaudara. “Ini pertimbangan kemanusiaan saja. Tapi masih diproses sampai sekarang,” imbuhnya.

www.tribunnews.com