JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

73 Santri Ditangkap Polisi Saat Hendak Ikut Demo Omnibus Law di Karanganyar. Diinterogasi Kapolres, Jawabannya Mengejutkan!

Para santri yang diamankan dalam aksi demi omnibus law di Karanganyar, Selasa (13/10/2020). Foto/Benu

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Polres Karanganyar mengamankan 73 orang yang hendak mengikuti aksi demo di Gedung DPRD Karanganyar guna menolak pengesahan Undang-Undang UU Omnibuslaw atau UU Cipta Kerja, Selasa (13/10/2020).

Mereka ditangkap karena usianya masih dibawah umur sehingga mereka batal mengikuti demo tersebut.

Ke-73 orang itu ditangkap saat hendak perjalanan dari Pondok Pesantren di Matesih dan Karangpandan menuju Taman Pancasila. Lokasi itu sebagai tempat transit berkumpul sebelum bergerak menuju Gedung DPRD Karanganyar.

Baca Juga :  Mahasiswa Asistensi Mengajar Unisri Bantu Suksesnya PKKS di SMPN 3 Kebakkramat Karanganyar

Selanjutnya, anak usia bawah umur yang mayoritas adalah santri pondok pesantren itu digelandang di Mapolres Karanganyar.

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi mengatakan pengamanan anak dibawah umur ini dilakukan saat hendak demo menentang disahkannya UU Omnibuslaw di Gedung DPRD Karanganyar.

“Semua yang kita amankan adalah anak usia bawah umur dan undang-undang juga mengatur demikian,” tandasnya.

Baca Juga :  Serem, Puluhan Anak Kobra Ditemukan Sembunyi di Tumpukan Kayu Rumah Warga Karanganyar. Induk dan 6 Anakan Masih Berkeliaran

Hasil pemeriksaan di Mapolres diketahui rata-rata mereka usianya 10-15 tahun. Dan anehnya lagi mereka tidak tahu tujuan demo yang jelas hanya ikut-ikutan saja.

“Saat kami periksa ada yang mengaku bahwa mereka diperintah pimpinan pondok untuk ikut demo,” ujarnya.

Foto/Beni
Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com