JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ada Pelajar 13 Tahun di Sragen Tewas Gasak Tronton, Kanit Laka Minta Orangtua Berani Larang Anaknya Bawa Motor. “Jangan Bangga Lihat Anaknya Bisa Bermotor di Jalan Raya Kalau Risikonya Fatal!”

Kondisi korban tewas bersimbah darah dalam kecelakaan maut di ring road utara Sragen, Senin (19/10/2020). Foto/Istimewa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dua kecelakaan maut yang merenggut dua nyawa di Sragen, Senin (19/10/2020), menyisakan keprihatinan. Pasalnya satu di antara korban diketahui masih berusia 13 tahun dan duduk di bangku SMP.

Pihak kepolisian pun mengingatkan agar orangtua tak membiarkan anaknya di bawah umur untuk memgendarai sepeda motor di jalan raya.

Kecelakaan itu terjadi di ring road utara Sragen tepatnya di Dukuh Bangak RT 3, Kampung Sine, Sragen, Senin (19/10/2020). Korban diketahui bernama Egi Pradipta Untara (13) asal Dukuh Tenggak RT 17, Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen.

Bocah yang masih duduk di bangku SMP itu tewas usai menggasak tronton Hino W 9296 UH yang berhenti di tepi jalan. Data yang dihimpun di lapangan, kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 09.15 WIB.

Kanit Laka Polres Sragen, Ipda Irwan Marvianto menghimbau kepada masyarakat untuk berani melarang anak-anak yang belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor di jalan raya.
Karena selain belum menguasai kendaraan dan melanggar peraturan, kondisi itu sangat berbahaya.

“Orang tua harus lebih peduli dengan keselamatan anaknya dan jangan bangga melihat anaknya bisa mengemudikan sepeda motor di jalan.Karena resikonya berakibat fatal apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan,” tukasnya.

Kecelakaan yang merenggut nyawa Egy bermula ketika korban yang mengendarai motor Yamaha Jupiter AD 2607 QY melaju dari arah selatan. Bocah laki-laki itu mengendarai tanpa helm.

Baca Juga :  Innalillahi, Berikut Daftar 2 Warga Sragen Yang Meninggal dan 5 Warga Positif Covid-19 Hari Ini. Lima Warga Semuanya Masuk Rumah Sakit!

Sesampai di lokasi kejadian, dia kurang konsentrasi dan kemudian menghantam bagian belakang tronton yang sedang berhenti.

Benturan keras membuat korban terpental. Bahkan saking kerasnya benturan, motor sampai masuk ke kolong tronton yang dikemudikan Kamit (56) asal Dusun Gamong RT 06/02, Kecamatan Kaliwungu, Kudus.

Pelajar malang itu ditemukan tergeletak bersimbah darah di belakang tronton. Korban meninggal dengan kondisi luka parah di paha kanan robek, bibir robek dan kepala belakang.

Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo melalui Kanit Laka Ipda Irwan Marvianto mengatakan kecelakaan dipicu oleh pengendara motor yang kurang konsentrasi sehingga menghantam tronton yang sedang berhenti.

“Posisi tronton berhenti menghadap ke utara dengan posisi sebagian bodi berada di badan jalan dan ban kiri di bahu jalan sebelah barat. Karena kurang konsentrasi pemotor tidak bisa menguasai sepeda motornya, sehingga akhirnya membentur bak belakang bagian truk,” tukasnya.

Kanit Laka menyampaikan korban meninggal dunia setelah tiba di RSUD Sragen. Sepeda motor korban ringsek dan sudah diamankan di Mapolres.

Sementara pada waktu hampir bersamaan, kecelakaan maut juga terjadi di jalan Gondang-Winong, Gondang, Senin (19/10/2020) pagi. Seorang pengendara motor ditemukan tewas mengenaskan usai tersenggol pikap dan langsung disambut truk dari arah berlawanan.

Baca Juga :  Breaking News! Kecelakaan Maut Mobil VS Truk Hingga Ringsek dan Terguling di Sambungmacan Sragen Pagi Ini. Satu Orang Tewas, Enam Penumpang Luka

Korban meninggal diketahui adalah seorang perempuan bernama Sri Rahayu (50) warga Dukuh Munggur RT 23, Desa Tunggul, Gondang, Sragen. Korban diketahui merupakan PNS yang menjabat sebagai Kepala SDN 2 Gondang Sragen.

Kepala sekolah itu ditemukan meninggal akibat tertabrak truk. Dia mengalami luka leher patah, pergelangan kaki kiri patah, tangan kanan patah, kepala belakang hemantum dan meninggal di lokasi kejadian.

Kondisi motor Kepala SDN 2 Gondang yang ringsek terlindas truk dalam kecelakaan maut menewaskan korban, Senin (19/10/2020). Foto/FB

Data yang dihimpun di lapangan, kecelakaam maut itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Kecelakaan terjadi di jalur Winong-Gondang tepatnya di depan rumah Erik, Dukuh Jetis, Glonggong, Gondang.

Kecelakaan bermula ketika korban hendak berangkat bertugas ke sekolahnya. Ia mengendarai sepeda motor Honda Beat AD5985 OS melaju dari arah selatan menuju ke Gondang.

Saat itu korban melaju di depan mobil pikap AD 8658 AE yang dikemudikan Okky Saputro, warga Kampung Dukuhan RT 02/03, Kelurahan Nglorog, Sragen Kota.

Sesampai di lokasi kejadian, pikap hendak mendahului motor Bu Kepala Sekolah. Nahas, karena terlalu mepet, mobil pikap itu menyenggol motor korban.

Akibatnya, korban menjadi hilang kendali dan terjatuh. Malang tak dapat ditolak, tubuh korban terpental jatuh ke sisi kanan jalan dan langsung ditabrak truk elpiji dari depan. Wardoyo