JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Akhir Tragis Sepak Terjang Hermawan, Mafia Penyaluran TKI Ilegal Asal Karangpandan Karanganyar. Sempat Buron 2 Tahun, Digerebek Tim Kejari di Perum Kota Malang

Tim Kejari Karanganyar saat menangkap Hermawan di persembunyiannya di Malang. Foto/Kejari Kra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sepak terjang Hermawan, terpidana kasus penyaluran TKI ilegal akhirnya terhenti.

Sempat dua tahun buronan tanpa terlacak, mantan kepala PJTKI asal Karangpandan, Karanganyar itu akhirnya berhasil ditangkap di persembunyiannya di Malang, Jawa Timur.

Terpidana Hermawan alias Alan ditangkap dalam sebuah penyergapan oleh tim tangkap buronan (tabur) Kejari Karanganyar di rumah kontrakannya di Perum Puncak Buring Indah Kota Malang, Jawa Timur.

Kasi Intel Kejari Karanganyar, Nur Solikhin mengungkapkan terpidana Hermawan sebenarnya sudah diputus perkaranya tahun 2018.

Baca Juga :  Prihatin Nasib Penjaga Sekolah, Bupati Juliyatmono Akan Berikan Honor Tambahan Melalui APBD 2023

Akan tetapi saat hendak dieksekusi, ternyata keberadaan terpidana yang sebelumnya berdomisili di Karangpandan itu ternyata sudah berpindah.

“Putusannya sudah tahun 2018. Ketika hendak eksekusi, ternyata sudah nggak ada di rumahnya di Karangpandan,” papar Nur, Selasa (13/10/2020).

Kasi Intel menjelaskan berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA), Hermawan diputus bersalah melakukan pengiriman TKI tanpa izin ke luar negeri dan dijatuhi hukuman satu tahun penjara pada 26 September 2018.

Putusan MA itu menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Semarang tanggal 12 Oktober 2017.

“Untuk melaksanakan putusan tersebut, tentunya kami berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung untuk mengetahui keberadaan terpidana ini. Kemudian kami koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk mendapatkan informasi terkait indentitas pelaku termasuk Nomor Induk Kependudukannya (NIK),” terangnya.

Baca Juga :  Lagi-lagi, Ganjar Ungguli Prabowo dan Anies di Survei Pilpres 2024 oleh SMRC

Berbekal informasi data kependudukan dari Disdukcapil, petugas berhasil melacak keberadaan terpidana di Kota Malang. Dari pelacakan diketahui sejak 2018, yang bersangkutan pindah ke Perum Citra Grand.

Akan tetapi setelah diakukan pencarian di Perum itu, ternyata yang bersangkutan sudah kabur dan pindah lagi.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com