JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Belasan Pengunjung Obyek Wisata Tawangmangu Karanganyar Mendadak Dirapid Test Massal. Jangan Kaget Ternyata Begini Hasilnya!

Petugas saat melakukan rapid test ke pengunjung obyek wisata Tawangmangu, Rabu (28/10/2020). Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Belasan pengunjung di lokasi wisata Tawangmangu, Karanganyar menjalani pemeriksaan kesehatan dan rapid test secara massal, Rabu (28/10/2020).

Tes massal dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah, terutama saat cuti bersama yang dilanjutkan dengan libur panjang akhir pekan.

Masa libur panjang yang dimulai hari tanggal 28 Oktober hingga 1 Nopember  2020 mendatang, dinilai berpotensi terjadi lonjakan wisatawan di sejumlah obyek wisata.

Koordinator tim pos kesehatan, Juli Santoso menyampaikan, pemeriksaan terhadap kesehatan diseluruh objek wisata  yang ada di Jawa Tengah.

“Kita jajaran kesehatan diminta untuk melakukan pemantauan gerakan masyarakat terutama di tempat rekreasi atau tempat berkumpulnya banyak orang. Di Karanganyar kita pusatkan di Grojogan sewu. Kalau ada dilokasi lain yang berpotensi, maka dirujuk ke pos kesehatan untuk rapid test,” paparnya kepada wartawan.

Baca Juga :  Terus Melejit, Kasus Covid-19 Karanganyar Tambah Jadi 1.273 Hari Ini. Jumlah Warga Meninggal Sudah Capai 196 Orang

Juli menguraikan pemeriksaan kesehatan hanya dilakukan terhadap pengunjung yang berpotensi terpapar Covid-19.

Seperti suhu tubuh yang tinggi, orang tua, anak-anak dan ibu hamil.Pemeriksaan dilakukan terhadap  10 persen dari jumlah pengunjung.

“Mereka kita screning dulu di pos kesehatan untuk  dilakukan rapid test. Jika hasilnya positif kita lanjutkan ke swab test. Jika hasil swab test positif, maka  akan kita rujuk ke rumah sakit untuk isolasi dan penanganan lanjutan,” jelasnya.

Baca Juga :  100an Petugas KPPS di Sragen Dilaporkan Reaktif Rapid Test. Kasus Terus Melonjak, Kapasitas Isolasi di Technopark Sampai Penuh

Ditambahkan, tidak ada penolakan dalam pemeriksaan kesehatan di objek  wisata ini. Selain untuk mengantisipasi penularan, pemeriksaan kesehatan ini uga dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada para pengunjung.

“Para pengunjung kooperatif. Tentu saja pemeriksaan kesehatan ini atas persetujuan yang bersangkutan. Kita melindungi mereka. Dari hasil pemeriksaan kesehatan hari pertama ini, dari semua pengunjung yang menjalani rapid test secara acak, Alhamdulillah seluruhnya nonreaktif,” tandasnya. Wardoyo